BONTANG – Persoalan sampah masih menjadi tantangan di kawasan wisata Pantai Mangrove Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan. Kondisi tersebut mendorong digelarnya aksi bersih-bersih massal yang melibatkan sekitar 200 peserta, Kamis (12/2/2026).
Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar turun langsung menyisir area pesisir dan jalur wisata mangrove. Sampah plastik dan limbah rumah tangga menjadi jenis yang paling banyak ditemukan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kota Bontang, Anwar Sadat, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang menyampaikan kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada petugas kebersihan semata.
“Pantai Mangrove Berbas memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam. Namun, tanpa kesadaran kolektif menjaga kebersihan, daya tarik kawasan tersebut dapat menurun,” sebutnya.
Kegiatan pembersihan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional pembersihan kawasan wisata yang tengah digencarkan pemerintah pusat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengumpulkan sampah di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan. Aksi berjalan tertib dan lancar hingga selesai.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga kawasan wisata pesisir tetap bersih dan nyaman dikunjungi,” tutupnya. (*)
Penulis: Mirah Hayati









