Menu

Mode Gelap

Daerah

Warga Tanjung Laut Indah Resah, Jalan Koi Terancam Amblas Dekat Sekolah

badge-check


					Kondisi Jalan Koi yang amblas. (Mirah Hayati/Jurnalpijar) Perbesar

Kondisi Jalan Koi yang amblas. (Mirah Hayati/Jurnalpijar)

BONTANG – Warga Kelurahan Tanjung Laut Indah menghadapi kekhawatiran serius terkait kondisi Jalan Koi yang terancam amblas akibat longsornya turap sungai yang berbatasan langsung dengan badan jalan. Kerusakan infrastruktur ini menciptakan risiko keselamatan, terutama mengingat lokasi strategis jalan tersebut sebagai akses utama menuju SMP Negeri 7 Bontang.

Pantauan lapangan menunjukkan kondisi jalan yang semakin mengkhawatirkan dengan tergerusnya sisi tepi sungai. Beberapa bagian aspal telah patah dan miring mengikuti arah longsoran tanah, menciptakan permukaan jalan yang tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Meskipun papan peringatan telah dipasang oleh pemerintah kota, pengendara tetap harus ekstra hati-hati, terutama saat jam sibuk sekolah ketika volume kendaraan meningkat drastis.

Jarno, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kerusakan yang semakin meluas jika tidak segera ditangani.

“Kondisi jalan semakin memburuk setiap kali hujan deras. Air sungai naik dan terus menggerus tepi jalan. Kami sangat takut jalan ini tiba-tiba amblas, apalagi anak-anak sekolah lewat sini setiap hari,” ujarnya saat ditemui media, Senin (16/2/2026).

Rina, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsor, menyampaikan kekhawatiran serupa. Dengan terus tergerusnya sisi jalan, pengendara motor sering mengambil jalur tengah untuk menghindari bagian pinggir yang tidak aman.

“Pagi dan siang hari lalu lintas sangat ramai. Banyak motor yang ambil jalur tengah karena pinggirnya sudah miring dan berbahaya. Takutnya ada yang terpeleset atau bahkan jatuh ke sungai,” ungkap Rina.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi dan memberikan instruksi untuk melakukan penanganan segera mengingat titik longsor berada di dekat lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), Much Cholis Edi Prabowo, mengumumkan bahwa perbaikan turap dan badan jalan telah dianggarkan melalui APBD tahun 2026 dengan alokasi dana sekitar Rp1,8 miliar. Pekerjaan perbaikan direncanakan mencakup pembangunan turap sepanjang 50 meter serta pengaspalan ulang ruas jalan yang terdampak oleh longsor.

“Kami telah mengidentifikasi kerusakan dan merencanakan perbaikan. Akan dilakukan pekerjaan turap dan pengaspalan ulang sesuai standar teknis yang berlaku,” jelas Much Cholis.

Meskipun pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, warga berharap proses administrasi dan pelaksanaan tidak berlarut-larut. Kekhawatiran utama adalah jika perbaikan tertunda hingga musim hujan tiba, potensi longsor susulan bisa memperparah kerusakan jalan.

Akses Jalan Koi diketahui menjadi penghubung penting bagi warga Tanjung Laut Indah menuju sejumlah fasilitas pendidikan dan permukiman sekitar. Kondisi ini membuat percepatan penanganan dinilai mendesak demi keselamatan pengguna jalan. (*)

 

Penulis: Mirah Hayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muscam Kecamatan Rampung, DPD KNPI Bontang Tetapkan Tiga Ketua DPK Terpilih

16 Februari 2026 - 20:36

Skema Distribusi MBG di Bontang Disesuaikan Selama Ramadan

14 Februari 2026 - 22:52

Andi Sofyan Hasdam Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal Daerah Pemekaran

13 Februari 2026 - 22:49

Trending di Daerah