BONTANG – Beban penyaluran dana zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang sepanjang 2024 mencapai Rp8.232.318.513. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang tercatat sebesar Rp6.079.700.032.
Data tersebut tercantum dalam laporan keuangan BAZNAS Kota Bontang untuk periode yang berkhir 31 Desember 2024. Tingginya penyaluran dana zakat bahkan menyebabkan defisit sebesar Rp633.693.973. Padahal pada 2023 masih tercatat surplus Rp661.794.729.
Beban penyaluran terbesar diberikan kepada kelompok fakir miskin dengan nilai Rp6.209.829.091. Jumlah ini naik tajam dibandingkan 2023 yang sebesar Rp4.347.323.000.
Selain itu, dana zakat juga disalurkan untuk beberapa kelompok penerima lainnya. Di antaranya untuk amil sebesar Rp948.369.681, muallaf Rp7.500.000, serta fisabilillah Rp1.063.013.600. Terdapat pula beban administrasi bank zakat sebesar Rp3.606.141.
Sementara dari sisi penghimpunan, penerimaan zakat BAZNAS Bontang pada 2024 tercatat Rp7.598.624.540. Nilai ini meningkat dibandingkan 2023 yang mencapai Rp6.741.494.761.
Mayoritas penerimaan zakat berasal dari zakat maal atau harta perorangan sebesar Rp7.565.342.644. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp6.711.038.287.
Adapun penerimaan zakat fitrah perorangan tercatat Rp27.321.000, meningkat dari Rp25.433.000 pada 2023. BAZNAS juga memperoleh bagi hasil rekening zakat sebesar Rp5.960.896. Sementara pada 2024 tidak terdapat penerimaan fidyah.
Ketua BAZNAS Bontang, Kuba Siga, mengatakan tingginya penyaluran dana zakat tidak terlepas dari berbagai program bantuan kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Salah satu fokus intervensi dlakukan kepada kelompok miskin atau masyarakat yang memiliki usaha kecil namun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Intervensinya kami lakukan dalam bentuk bantuan modal usaha. Misalnya melalui program pemberdayaan UMKM seperti Z-Mart, Z-Chicken, hingga Z-Auto,” ujarnya, Kamis (5/3/2026) kemarin.
Selain itu, BAZNAS juga rutin menyalurkan bantuan sosial, seperti pembagian sembako tahunan kepada petugas kebersihan.
“Kita bantu modal ke pedagang, termasuk usaha laundry. Program ini rutin kami jalankan bahkan menciptakan pelaku usaha baru,” pungkasnya. (*)
Penulis : Mirah Hayati









