Menu

Mode Gelap

Daerah

19 Kasus DBD dalam Sebulan di Bontang, Tanjung Laut Indah Jadi Wilayah Tertinggi

badge-check


					19 Kasus DBD dalam Sebulan di Bontang, Tanjung Laut Indah Jadi Wilayah Tertinggi Perbesar

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meningkatkan kewaspadaan setelah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat mencapai 19 kasus dalam sebulan terakhir. Bahkan satu kasus dilaporkan meninggal dunia, yakni seorang anak berusia tujuh tahun yang tinggal di RT 13 Kelurahan Gunung Elai.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni lima kasus.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan penanganan DBD menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengatakan pemerintah telah membahas persoalan ini dalam rapat koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Masalah demam berdarah sudah kita bahas dalam rapat. Penanganannya harus kita fokuskan di titik-titik yang rawan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bontang akan melakukan fogging atau pengasapan di wilayah yang teridentifikasi menjadi lokasi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

Menurut dia, fogging akan difokuskan pada titik rumah maupun lingkungan yang dinilai rawan terjadinya penularan.

“Kalau ada titik rumah yang rawan demam berdarah, kita akan lakukan fogging fokus,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang berpotensi menampung air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pemberantasan DBD harus dikerjakan secara bersama-sama.

Pun ia mengingatkan bahwa kondisi musim hujan dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Pemkot Bontang melalui dinas terkait juga akan terus memantau perkembangan kasus di lapangan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi peningkatan kasus.

“Kesehatan masyarakat harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Mirah Hayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Puasa Bersama PKT, Wali Kota Bontang Apresiasi Bantuan Ramadan untuk Warga

6 Maret 2026 - 07:29

Beban Penyaluran Zakat BAZNAS Bontang 2024 Tembus Rp8,23 Miliar

5 Maret 2026 - 07:28

Dua Pasangan Bukan Suami Istri Kedapatan Sedang Check-in Oleh Satpol PP Bontang

5 Maret 2026 - 07:26

Trending di Daerah