BONTANG – Kebakaran yang melanda Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan menimbulkan luka yang dalam bagi para korban terdampak.
Pasalnya, akibat tragedi tersebut empat unit rumah dan delapan pintu bangsal hangus terbakar si jago merah. Sebanyak 22 Kepala Keluarga (30 jiwa) menjadi korban terdampak.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kebakaran menyebabkan kerugian materil yang sangat besar. Para korban terpaksa harus mencari tempat singgah untuk sementara waktu.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan bahwa pengetahuan mitigas bencana merupakan hal yang sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Kewaspadaan terhadap instalasi listrik tua dan penggunaan kompor harus ditingkatkan. OPD terkait seperti BPBD harus fokus pada langkah pencegahan,” katanya, Kamis (26/3/2026)
Sebagai solusi hunian, Pemkot Bontang menawarkan fasilitas Rusunawa bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Dengan begitu mereka bisa memiliki tempat bernaung yang layak.
“Kami juga berharap warga segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait tertib administrasi lahan guna menentukan langkah bantuan selanjutnya,” ujarnya.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memastikan kelangsungan hidup masyarakatnya yang sedang terkena musibah.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan moral agar warga tetap tabah. Pemerintah Kota berkomitmen hadir di tengah kesulitan masyarakat,” pungkasnya.
Pemkot Bontang berkomitmen untuk bergerak cepat dan tepat dalam pemulihan pasca bencana. Baik dalam segi materil maupun mental para korban. (*)
Penulis: Mirah Hayati









