JURNALPIJAR. BONTANG – Menteri lingkugan hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai daerah di Kalimantan Timur yang masuk dalam kategori calon peraih Penghargaan Adipura. Kota Bontang sendiri menjadi salah satu kota yang dikunjunginya.
Penghargaan Adipura adalah capaian bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kepada kabupaten atau kota di Indonesia yang berhasil dalam mengelola kebersihan, keteduhan, dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.
Hanif mengatakan bahwa Bontang merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota yang dinilai berpotensi untuk mendapatkan Adipura tahun 2026. Maka ia ingin menyakinkan bahwa penilaian tersebut sesuai dengan realitas di lapangan.
“Kunjungan ini juga sebagai langkah objektivitas dalam penilaian yang dilakukan oleh tim dari KLHK,” ucapnya, Sabtu (7/2/2026).
Terdapat beberapa titik yang Hanif datangi. Mulai dari Pasar Taman Citra Loktuan, Kampung Nelayan Selambai dan Rusunawa Loktuan. Hanif juga berdialog dengan beberapa masyarakat yang ditemuinya.
“Dari hasil pemantauan kami, sepertinya untuk pengelolaan sampahnya masih banyak yang harus dikerjakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh teman-teman Kota Bontang ini,” tegasnya.
Meskipun begitu, ia tetap mengapresiasi kebersihan jalan-jalan protokol, rumah sakit dan pasar yang relatif memadai untuk pengelolaan sampah. Di sisi lain, Hanif menilai masih perlu peningkatan kesadaran masyarakat dalam kepedulian pengelolaan sampah. (*)
Penulis : Mirah Hayati









