BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang mengklaim kualitas udara di wilayahnya tetap terpantau melalui sistem pemantauan otomatis real time yang terhubung langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan bahwa kualitas udara masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Kepala DLH Kota Bontang, Heru Triatmojo, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi udara tetap aman bagi masyarakat meskipun Bontang dikelilingi kawasan industri.
“Berdasarkan data pemantauan yang kami terima, kondisi kualitas udara di Bontang masih memenuhi baku mutu lingkungan. Sampai sekarang belum ada indikator yang menunjukkan kualitas udara berada pada level yang membahayakan,” ujar Heru pada Senin (27/7/2026).
Lebih lanjut, Heru mengungkapkan alat pemantau kualitas udara di kawasan Tanjung Laut pernah mencatat kualitas udara Bontang sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Selama alat tersebut beroperasi, kualitas udara di Bontang belum pernah memasuki kategori zona merah.
“Parameter yang terekam masih berada pada kategori hijau hingga biru, artinya kualitas udara masih tergolong baik,” katanya.
Heru menjelaskan bahwa peningkatan emisi dapat terjadi pada waktu tertentu, terutama ketika industri menjalankan proses start up maupun shutdown. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara dan tetap berada dalam batas yang diizinkan sesuai regulasi yang berlaku.
DLH akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan sebagai langkah pengawasan terhadap aktivitas industri sekaligus memastikan kualitas udara di Kota Bontang tetap terjaga.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara rutin. Selama hasil pengukuran masih berada di bawah baku mutu, masyarakat tidak perlu khawatir karena kualitas udara di Bontang masih aman,” tutup Heru. (*)









