Menu

Mode Gelap

Daerah

Kemenag Bontang Gelar Deklarasi Komitmen Melindungi Santri dari Pelecehan Seksual dan Radikalisme

badge-check


					Pertemuan Kemenag Bontang dengan pimpinan pondok pesantren dan sekolah boarding school di Aula Kemenag Bontang, Jumat (3/7/2026). (Foto: Farid) Perbesar

Pertemuan Kemenag Bontang dengan pimpinan pondok pesantren dan sekolah boarding school di Aula Kemenag Bontang, Jumat (3/7/2026). (Foto: Farid)

BONTANG – Kementerian Agama Kota Bontang mengadakan pertemuan dengan para pimpinan pondok pesantren dan sekolah boarding school di Aula Kemenag Bontang pada Jumat (3/7/2026). Acara tersebut menghadirkan Deklarasi Komitmen Bersama Melindungi Santri dari Bahaya Pelecehan Seksual dan Paham Radikalisme.

Kegiatan ini dirancang untuk membangun komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman, nyaman, dan berakhlakul karimah bagi seluruh santri.

Kepala Kemenag Bontang H. Muhammad Hamzah menjelaskan bahwa deklarasi ini lahir dari kekhawatiran terhadap kemudahan akses informasi di era digital. Informasi yang mudah diperoleh masyarakat kini dapat masuk ke ruang privasi rumah hingga kamar pribadi anak-anak.

“Hal ini sangat rentan jika pribadi anak tidak mampu memfilter informasi yang diterimanya, tidak bisa membedakan mana berita hoaks atau mana berita yang memprovokasi,” kata Hamzah.

Menurut Hamzah, untuk menangkal pengaruh negatif tersebut, Kemenag menganggap penting adanya komitmen bersama dalam menangkal paham radikalisme dan mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama. Meskipun pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di negeri ini telah menunjukkan kewaspadaan dalam menjaga anak didik, peningkatan mutu pendidikan tetap diperlukan dengan fondasi lingkungan pendidikan pesantren yang sehat.

“Kami harapkan untuk bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan pondok pesantren yang damai, toleran, dan ramah anak,” ujar Hamzah.

Sekretaris Dinas DP3KAB Bontang Jamila Suyuti memberikan apresiasi atas upaya Kemenag Bontang dan seluruh pesantren yang hadir dalam membangun komitmen menuju pesantren ramah anak. Jamila menyebutkan bahwa deklarasi ini merupakan yang pertama di Kalimantan Timur.

“Deklarasi ini sebagai komitmen bersama agar pesantren menjadi institusi pendidikan yang ramah anak. Dengan deklarasi ini anak akan menjadi tenang dalam menjalani pendidikan,” kata Jamila.

Jamila berharap deklarasi tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari di pesantren agar anak-anak menjadi beretika dan beradab.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Kemenag Bontang beserta jajarannya, Kepala Dinas DP3KAB Bontang, serta 9 pimpinan pesantren dan sekolah boarding school di Bontang, termasuk Kepala PP Raudlatul Qur’an, Kepala PP Pondok Modern Daarul Hikmah Bontang, Kepala PP Nurul Iman, Kepala PP Nurul Ichsan, Kepala PP Kreatif Muhammadiyah Boarding School, Kepala PP Al Ma`rifah, Kepala PP Tahfidzul Qur`an Darul Hijrah Wal Qurra, Kepala PP Hidayatullah, dan Kepala PP Subulana. (*)

Penulis: M. Farid Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidak Tiga Dapur MBG Dini Hari, Wawali dan Dinkes Berikan Catatan Pembenahan ke Pengelola SPPG

23 September 2026 - 00:59

Polsek Penajam Ungkap Pencurian Kabel PT HK, Empat Tersangka Diamankan

20 September 2026 - 03:50

Pria Ditemukan Tergantung di Bontang Kuala, Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

19 September 2026 - 12:25

Trending di Daerah