Menu ✖

Mode Gelap

Daerah

Inovasi Cantik Diluncurkan di Kelurahan Kanaan, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Stunting

badge-check


					Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meluncurkan program inovasi CaNtik (Cegah dan Tangani Stunting di Kelurahan Kanaan), Kamis (1/10/2026). (Foto: Lia) Perbesar

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meluncurkan program inovasi CaNtik (Cegah dan Tangani Stunting di Kelurahan Kanaan), Kamis (1/10/2026). (Foto: Lia)

BONTANG – Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, meluncurkan Inovasi CaNtik (Cegah dan Tangani Stunting di Kelurahan Kanaan) sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, inovasi tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk menangani stunting dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kelurahan, puskesmas, kader posyandu, hingga dunia usaha.

Menurutnya, Kelurahan Kanaan saat ini memiliki angka stunting satu digit, yakni sekitar 7,8 persen atau setara dengan 17 balita dari total 1.383 balita.

“Kelurahan Kanaan ini termasuk kelurahan yang paling kecil stuntingnya di Kota Bontang, satu digit. 7,8 persen, setara dengan kurang lebih 17 balita yang menderita stunting,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Melalui Cantik, Pemkot Bontang menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 5 persen, bahkan mencapai nol.

“Target saya zero. Kita lihat 56 hari ke depan,” katanya.

Neni menjelaskan, intervensi dalam program tersebut tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program juga dikolaborasikan dengan berbagai intervensi lain, termasuk dukungan dari PT KPI dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontang Barat dr Muhammad Irzal Wijaya mengatakan, Cantik merupakan inovasi Kelurahan Kanaan yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Ia berharap program tersebut dapat menghasilkan penurunan stunting yang signifikan sekaligus mendorong terbentuknya posyandu remaja dan kader remaja sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Semua stakeholder yang terlibat mempunyai tupoksi masing-masing. Dari puskesmas kami lebih berperan di intervensi spesifik untuk stunting,” jelasnya.

Salah satu program yang menjadi bagian dari Cantik yakni PMT Challenge. Konsep ini berbeda dari pemberian makanan tambahan (PMT) biasa karena orang tua, khususnya ibu, diberikan edukasi untuk menyiapkan makanan bergizi menggunakan bahan pangan yang tersedia di rumah.

“PMT Challenge ini yang kita harapkan tercapai dua target. Target pertama, keluarga khususnya ibu teredukasi untuk menyiapkan makanan bergizi sesuai dengan bahan pangan pokok yang ada di rumah. Yang kedua, terjadi perbaikan status gizi dari anak,” jelas Irzal.

Selama 56 hari, kader akan turut memantau pelaksanaan pemberian makanan tambahan untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.

Dukungan bahan pangan juga diberikan melalui kolaborasi dengan PT KPI, antara lain protein hewani seperti telur dan ikan.

Lurah Kanaan Hermin Della berharap pelaksanaan Cantik dapat memberikan hasil nyata bagi penanganan stunting di wilayahnya.

“Tentu harapan kami dari Kelurahan, dengan adanya program Cantik ini stunting yang ada di Kelurahan Kanaan bisa terselesaikan dan Kanaan bebas stunting,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Lia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lapas Bontang Tegaskan Tak Ada Kamar VIP, Penghuni Capai 1.814 Orang

1 Oktober 2026 - 10:10

Polsek Bontang Utara Amankan Pria 58 Tahun Terkait Dugaan Pencabulan Anak

1 Oktober 2026 - 06:50

Lokakarya Triwulan III 2026 Puskesmas Bontang Barat, Fokus Penanganan Stunting dan TB

30 September 2026 - 00:30

Trending di Daerah