Jurnalpijar.com – Ratusan pelajar tingkat SMA sederajat di Kota Bontang mengikuti kegiatan Aksi Bergizi 2026 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang selama dua hari, 7-8 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Taman Tiga Dimensi tersebut tidak hanya menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi remaja, tetapi juga memberikan edukasi terkait kesehatan mental dan kesehatan reproduksi.
Kepala Dinkes Bontang melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Bambang Sri Mulyono, menjelaskan Aksi Bergizi merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku peserta didik agar mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang dan membiasakan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Bambang, pelaksanaan Aksi Bergizi kini juga berkembang menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman remaja terhadap isu kesehatan mental dan kesehatan reproduksi.
“Tujuannya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik dalam menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan mental dan kesehatan reproduksi, serta mencegah berbagai perilaku berisiko pada remaja,” ujar Bambang, (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinkes Bontang bersama PT KPI melalui program CSR KolakPIsang dengan mengusung tema “Sehat Tubuhku, Sehat Mentalku, Terjaga Diriku”.
Beragam kegiatan dikemas agar edukasi kesehatan lebih mudah diterima kalangan pelajar. Di antaranya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas yang disampaikan dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG.
Pelajar juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan mental remaja dari psikolog Laela Siddiqah. Materi tersebut dilengkapi dengan berbagai kegiatan interaktif seperti senam bersama, lomba Ranking 1, cerdas cermat, hingga fun games.
Tak hanya edukasi, Aksi Bergizi juga turut mendorong pemenuhan kebutuhan gizi remaja putri melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para siswi.
Bambang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap kesehatan.
“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Bambang









