Menu ✖

Mode Gelap

Daerah

Karhutla Bontang Meluas hingga 750 Meter, Petugas Kesulitan Jangkau Titik Api

badge-check


					Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Bontang, Jumat (16/10). (Dok. Jurnalpijar) Perbesar

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Bontang, Jumat (16/10). (Dok. Jurnalpijar)

BONTANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Eks Flores, Bontang Barat, belum sepenuhnya tertangani setelah api meluas pada Kamis (15/10/2026) malam. Sebaran kebakaran diperkirakan mencapai radius 750 meter, sementara luas lahan yang terdampak telah melebihi 5 hektare.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Sarkani, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman menghadapi kendala keterbatasan peralatan. Dari sekitar 50 personel yang dikerahkan, petugas belum mampu menjangkau seluruh titik api karena panjang selang yang tersedia hanya 500 meter.

Kondisi tersebut membuat sejumlah area yang masih dipenuhi semak belukar kering sulit dijangkau. Padahal, material tersebut berpotensi menjadi bahan bakar bagi api yang masih menyala.

“Hampir 6 jam kami mencoba memadamkan kebakaran. Kami kesulitan karena alat tidak mampu. Alat manual juga tidak ada,” tutur Sarkani.

Ia menjelaskan, api masih menyala dengan intensitas sedang di sejumlah titik yang belum dapat dijangkau petugas. Karena keterbatasan peralatan, personel akhirnya memantau kondisi di lokasi hingga kobaran api berangsur mengecil.

“Karena tidak terjangkau, jadi kami hanya memantau hingga api mengecil,” jelasnya.

Sarkani mengingatkan bahwa kebakaran tersebut masih berpotensi meluas mengingat luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 5 hektare dan masih terdapat titik api aktif.

Di tengah penanganan karhutla yang berlangsung intensif, Disdamkartan juga berupaya menjaga kondisi fisik personel. Petugas mendapat tambahan vitamin dan asupan penunjang untuk membantu menjaga kebugaran selama terpapar asap dalam proses pemadaman.

“Alhamdulillah kepala daerah menyuplai vitamin tambahan untuk petugas. Jadi kami dalam kondisi prima,” sambungnya.

Selain menjelaskan kendala pemadaman, Sarkani mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang membahayakan lingkungan maupun keselamatan manusia.

“Coba bayangkan petugas 24 jam ini berjibaku sama karhutla. Kami minta stop bakar lahan,” tegasnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan di Jalan Soekarno-Hatta dilaporkan terjadi pada Kamis (15/10/2026) sore. Kobaran api yang membesar membuat petugas Disdamkartan kewalahan melakukan penanganan.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, sebelumnya menyebutkan bahwa pemadaman terkendala pasokan air setelah armada pemadam kehabisan air. Ia pun meminta bantuan masyarakat yang memiliki kendaraan tangki untuk mendukung suplai air ke lokasi kebakaran.

“Ini kondisi api sudah sangat sulit dikendalikan. Bagi yang memiliki tanki bisa membantu support airnya. Semua armada sudah dikerahkan,” ucap Amiluddin. (*)

 

Penulis: Irwan
Editor: Michael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siap Hadapi Kondisi Darurat, Pelajar Bontang Dibekali Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

15 Oktober 2026 - 01:08

Karhutla di TPA Desa Marah Haloq Kutai Timur, 0,5 Hektare Area Sampah Terbakar

13 Oktober 2026 - 00:09

Satgas PKH Periksa Konsesi Seluas 34.438 Hektare di Kutim

13 Oktober 2026 - 00:03

Trending di Daerah