Menu

Mode Gelap

Internasional

Bangladesh Tunjuk Peraih Nobel Jadi PM Interim Gantikan Sheikh Hasina

badge-check


					Bangladesh Tunjuk Peraih Nobel Jadi PM Interim Gantikan Sheikh Hasina Perbesar

Jakarta, CNN Indonesia —

Bangladesh menunjuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian Muhammad Yunus untuk memimpin pemerintahan sementara setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina digulingkan dan meninggalkan negara itu.

Keputusan pembentukan pemerintahan sementara dengan Yunus diambil dalam pertemuan antara Presiden Mohammad Shahabuddin, para pemimpin militer, dan para pemimpin kelompok protes mahasiswa, kata juru bicara kantor kepresidenan Bangladesh, Selasa (6/6). 8) Malam.

“Presiden telah meminta rakyat untuk membantunya keluar dari krisis ini. Untuk keluar dari krisis ini, perlu dibentuk pemerintahan sementara sesegera mungkin,” tambah kantor tersebut.

Setelah kerusuhan meluas yang berujung pada tergulingnya Perdana Menteri Hasina, Presiden Mohammad Shahabuddin juga memecat Kapolri dan menggantikannya.

Shahabuddin juga telah membubarkan parlemen Bangladesh setelah Perdana Menteri Hasina mengumumkan pengunduran dirinya.

Shahabuddin juga mengambil keputusan tersebut setelah para pengunjuk rasa mahasiswa memberikan batas waktu kepada pemerintah untuk membubarkan parlemen dan mengancam akan menerapkan “program berat” jika tenggat waktu tersebut terlewati.

Dikutip AFP, penunjukan Yunus terjadi setelah kelompok mahasiswa menyerukan peraih Nobel itu menggantikan Hasina.

Yunus dikenal sebagai ‘Bangkit untuk masyarakat miskin’ di Bangladesh, sering kali memberdayakan pengusaha kelas menengah dan bawah. 

Aspirasi tersebut diungkapkan mahasiswa pengunjuk rasa saat menolak pengumuman tentara yang dipimpin Jenderal Waker-Uz-Zaman untuk mengambil alih pemerintahan Bangladesh.

Media lokal Bangladesh Daily Star memberitakan, Shahabuddin bertemu dengan sejumlah perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan melawan diskriminasi mahasiswa di Bangababan.

Setelah Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri, mereka berunding dengan Shahabuddin untuk membentuk pemerintahan sementara.

Nahid Islam, pemimpin kelompok mahasiswa anti-diskriminasi, menyebut pembicaraan itu “produktif dan produktif.”

Ia mengatakan Shahabuddin setuju bahwa “pemerintahan sementara akan dibentuk dalam waktu sesingkat-singkatnya”.

(rds/rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Topan Shanshan Mendekat, Ribuan Warga Jepang Diminta Mengungsi

5 November 2024 - 16:15

Gadis 8 Tahun yang Hilang 19 Hari Ditemukan Tewas di Turki

4 November 2024 - 22:14

Gara-gara Gunting Hilang, Bandara di Jepang Tunda 225 Penerbangan

3 November 2024 - 23:14

Trending di Internasional