BONTANG — Upaya penyelesaian status lahan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang kembali dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Hingga kini, jembatan yang menjadi jalur utama ke sekolah tersebut masih berdiri di atas lahan milik PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNE) dengan status pinjam pakai sementara.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan PT KNE, guna mencari kepastian hukum yang dapat memberikan rasa aman bagi kegiatan pendidikan.
“Saya sudah meminta kepala sekolah SMP 5 untuk kembali melakukan pendekatan dan komunikasi dengan PT KNE. Dengan dialog yang baik, kami optimistis bisa menemukan penyelesaian jangka panjang,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, akses yang aman dan permanen sebagai kebutuhan mendasar demi kelancaran aktivitas belajar-mengajar. Sebelumnya, proses pembahasan perpanjangan masa pinjam pakai sempat tertunda, sehingga kini perlu dibuka kembali dengan lebih terstruktur.
“Kami tentu berharap ada kesepakatan baru yang lebih kuat. Bila memungkinkan, lahan dapat dihibahkan kepada pemerintah. Namun apa pun opsi yang ditempuh, semuanya akan mengikuti mekanisme resmi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, menegaskan bahwa pihak sekolah tetap fokus pada penyelenggaraan pendidikan, sementara seluruh urusan administrasi dan legalitas diserahkan kepada pemerintah.
“Kami hanya berharap akses menuju sekolah tetap terjamin. Untuk penyelesaian lahan, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Bontang,” ujarnya.









