BONTANG – Program pelatihan digital 25 keterampilan dasar kader posyandu memasuki fase krusial dengan pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) di Posyandu Asoka, Jalan Dewi Sartika, TT 9 Bontang Baru, pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi evaluasi akhir bagi para kader setelah menyelesaikan pembelajaran intensif selama tiga hari melalui platform digital.
Promotor Kesehatan Puskesmas Bontang Utara I, Lisa Fitria Ningrum, menjelaskan bahwa PKL merupakan kelanjutan dari pembelajaran digital yang telah diselesaikan sebelumnya. “Materinya sudah selesai tiga hari. Nah, hari ini kader mempraktikkan langsung apa yang sudah dipelajari,” ungkapnya.

Sebanyak 15 kader dari dua kelurahan dan tiga posyandu berpartisipasi dalam PKL ini, yaitu Posyandu Edelweis (Bontang Kuala), Posyandu Asoka, dan Posyandu Lestari 2 (Bontang Baru). Keberagaman asal posyandu ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif dalam penerapan keterampilan.
Dalam praktik lapangan, para kader menjalankan dua bentuk kegiatan utama: pelayanan hari buka posyandu dan kunjungan rumah. Lisa menekankan transformasi signifikan dalam konsep pelayanan posyandu yang kini mencakup seluruh kelompok usia, berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya fokus pada ibu dan balita.
“Sekarang semua kelompok usia dilayani. Jadi kader harus bisa menerapkan integrasi pelayanan,” jelasnya.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman kader terhadap fungsi posyandu sebagai layanan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif dan menyeluruh. Seluruh materi tentang integrasi pelayanan, alur kerja, dan pemeriksaan dasar kini diuji melalui aplikasi langsung di lapangan.
“Harapannya kader memahami perannya sebagai pemberi layanan, baik saat hari buka maupun saat melakukan kunjungan rumah,” terang Lisa.
Salah satu kader dari Posyandu Edelweis, Widuri Wulandari, menjelaskan bahwa dalam PKL ini, para kader mempraktikkan pelayanan sesuai lima langkah posyandu, mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan. Mereka juga melayani warga dari berbagai kelompok usia, termasuk bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.

“Hari ini kami praktik PKL 1 sampai 5, termasuk layanan bagi anak 6–11 bulan, remaja, dewasa, dan lansia,” jelasnya, menunjukkan cakupan pelayanan yang komprehensif.
Selain pelayanan di posyandu, para kader juga melakukan kunjungan rumah sebagai bagian integral dari penilaian keterampilan. Widuri menyebut kegiatan ini sangat penting karena kader harus mampu berkomunikasi efektif dengan warga dan memberikan edukasi kesehatan secara langsung.
“Kami juga melakukan kunjungan rumah untuk mempraktikkan langkah-langkah pelayanan,” lanjutnya. (*/ADV)
Penulis: Mirah Hayati









