Menu

Mode Gelap

Daerah

Aksi Bergizi 2025 Tekankan Pentingnya Tablet Tambah Darah, Dinkes dan PT KPI Perkuat Edukasi Remaja Bontang

badge-check


					Dinkes Bontang bekerjasama dengan PT KPI menggelar Aksi Bergizi Remaja Bontang Berjaya di Sport Center KPI, 25–26 November 2025. (Foto: Mirah) Perbesar

Dinkes Bontang bekerjasama dengan PT KPI menggelar Aksi Bergizi Remaja Bontang Berjaya di Sport Center KPI, 25–26 November 2025. (Foto: Mirah)

BONTANG – Upaya pencegahan anemia dan stunting menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang dalam kegiatan Aksi Bergizi Remaja Bontang Berjaya pada Selasa, 25 November 2025. Berkolaborasi bersama PT Kaltim Parna Industri (KPI), giat ini dipusatkan di Sport Center KPI Lok Tuan. Program ini menyasar remaja SMP dan SMA guna meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bontang, Bambang Sri Mulyono, menjelaskan konsumsi tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali wajib dilakukan remaja putri sejak menstruasi pertama. Hal ini penting untuk mencegah anemia berkepanjangan yang berisiko menimbulkan stunting ketika memasuki usia kehamilan.

“Jika remaja putri anemia sejak lama, nanti saat hamil risiko stunting pada anak sangat tinggi. Karena itu TTD harus diminum, tidak boleh dibuang. Semua tablet disediakan gratis oleh pemerintah melalui Dinkes dan Puskesmas,” tegasnya.

Selain TTD, program ini juga menekankan sarapan bergizi dan edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, serta permainan edukatif. Kegiatan ini merupakan program rutin Kementerian Kesehatan yang terus diperkuat Dinkes Bontang dengan menggandeng mitra industri.

Dari pihak perusahaan, Budi Hermawan, Direktur HRD & GA PT KPI, menyampaikan bahwa partisipasi KPI telah berjalan konsisten sejak beberapa tahun terakhir melalui program CSR dan dukungan logistik kegiatan.

“Kami ingin memastikan remaja Bontang mendapat edukasi yang tepat tentang gizi, olahraga, dan bahaya narkoba. Kemitraan dengan Dinkes Bontang menjadi langkah strategis untuk menghadirkan dampak kesehatan jangka panjang,” katanya.

Aksi dua hari ini diikuti 300 peserta dan mencakup pemeriksaan kesehatan, senam, workshop gizi dan narkoba, fun game, serta kegiatan Gas Sekolah Pisang Germas Anak Sekolah. Dinkes juga menginformasikan bahwa mulai 2025 seluruh warga, termasuk pelajar, mendapatkan fasilitas cek kesehatan gratis sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dinkes juga mengajak guru dan orang tua untuk memperhatikan pola makan remaja di rumah. Edukasi tidak berhenti pada acara formal, tetapi harus diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari seperti sarapan rutin, konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi makanan instan yang tinggi natrium.

Ia bilang, pencegahan anemia dan stunting tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, melainkan melalui upaya jangka panjang. Karena itu, kolaborasi bersama PT KPI diharapkan menjadi contoh kemitraan berkelanjutan antara pemerintah dan industri dalam memperkuat kesehatan generasi muda di Kota Bontang. (ADV/Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah