Menu

Mode Gelap

Daerah

Dinkes Bontang Catat 272 Kasus DBD, Ajak Masyarakat Konsisten Terapkan 3M Plus

badge-check


					Upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD oleh Dinkes Bontang pada sejumlah titik lokasi potensi penyebaran. Perbesar

Upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD oleh Dinkes Bontang pada sejumlah titik lokasi potensi penyebaran.

BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat 272 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga November 2025, turun signifikan 74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 558 kasus. Meski mengalami penurunan, Dinkes tetap mengintensifkan upaya pencegahan melalui penyelidikan epidemiologi dan mengajak masyarakat menerapkan metode 3M Plus secara konsisten.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham, menyampaikan bahwa penyelidikan epidemiologi dilaksanakan melalui kinerja dan sinergi dengan puskesmas di seluruh Kota Bontang. Upaya ini bertujuan menemukan risiko penularan dan mencegah penyebaran yang lebih luas.

“Sinergi ini bukan hanya dengan puskesmas, namun yang paling penting peran aktif masyarakat Bontang,” tegasnya, Rabu (26/11/2025).

Nur Ilham menjelaskan bahwa Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang melaksanakan penyelidikan epidemiologi menggunakan cara pengawasan jentik di rumah kasus DBD. Tim tersebut juga mendalami kasus dengan melaksanakan wawancara untuk mengenali riwayat perjalanan penyakit maupun pengamatan lingkungan.

“Petugas mengunjungi rumah dan survei di lingkungan pasien DBD,” ucapnya.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham. (Foto: Rezwan)

Meski terjadi penurunan kasus yang menggembirakan, Nur Ilham mengajak seluruh masyarakat Bontang agar aktif berpartisipasi dalam menekan sebaran penyakit. Peran aktif tersebut dapat diwujudkan dengan menerapkan pendekatan metode 3M Plus secara konsisten.

“Perlu kewaspadaan karena meningkatnya curah hujan, potensi perindukan nyamuk akan lebih banyak. Karenanya perlu konsistensi pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus,” tegasnya.

Metode 3M Plus yang dimaksud mencakup tiga pendekatan utama yang dapat dilakukan di rumah masing-masing. Pertama, menguras tempat wadah tampungan air. Kedua, menutup rapat wadah penyimpanan air. Ketiga, melakukan daur ulang barang bekas yang berisiko menjadi lokasi berkembang biak nyamuk.

“Kami harap masyarakat tetap menjaga lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara rutin,” tambahnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jurnal Pijar (@jurnalpijar)

Sebaran Kasus DBD per Kelurahan di Kota Bontang (Per November 2025):

Berdasarkan data yang dirilis, sebaran kasus DBD di 15 kelurahan menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Kelurahan Tanjung Laut mencatat kasus tertinggi dengan 34 kasus, diikuti Kelurahan Api-api (27 kasus), dan Kelurahan Loktuan (28 kasus).

Sementara itu, kelurahan dengan kasus terendah adalah Kelurahan Guntung, Kanaan, dan Santimpo yang masing-masing mencatat 4 kasus. Kelurahan lainnya seperti Belimbing (13 kasus), Bontang Lestari dan Gunung Elai (masing-masing 14 kasus), serta Bontang Baru dan Bontang Kuala (masing-masing 17 kasus) menunjukkan angka yang relatif terkendali. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heri Keswanto Dilantik Jadi Ketua BPC Kompak Bontang, Ajak Warga Asal Pangkep dalam Pembangunan

20 Desember 2025 - 05:35

Pemkot Bontang Teken 3 Kerja Sama Strategis Terkait Pertanahan, Balai Permasyarakatan dan BPJS Kesehatan

17 Desember 2025 - 02:49

Jelang Natal, Harga Komoditas Pasar Alami Kenaikan di Bontang

16 Desember 2025 - 10:38

Trending di Daerah