Menu

Mode Gelap

Daerah

Kasus HPV di Bontang Meningkat, Dinkes Imbau Deteksi Dini Kanker Serviks

badge-check


					Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma. (Foto: Mirah) Perbesar

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma. (Foto: Mirah)

Bontang, Jurnalpijar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat peningkatan kebutuhan deteksi dini kanker serviks setelah hasil skrining HPV DNA sepanjang tahun 2025 menunjukkan temuan kasus positif yang signifikan. Dari 183 perempuan yang mengikuti pemeriksaan, 23 orang atau sekitar 12 persen teridentifikasi positif terpapar HPV berisiko tinggi.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua di Kota Bontang setelah kanker payudara. Antara Januari hingga Oktober 2025, tercatat empat kasus baru kanker serviks di fasilitas kesehatan.

“Untuk tahun 2025 ada empat kasus serviks di Bontang, menempati nomor dua setelah kanker payudara. Dari 183 sampel yang diperiksa, ada 23 yang positif HPV DNA,” ujarnya saat kegiatan edukasi dan skrining HPV DNA pada Sabtu (29/11/2025) di Puskesmas Bontang Barat.

Hasil skrining menunjukkan masih tingginya risiko infeksi HPV di masyarakat. Virus tipe berisiko tinggi seperti HPV 16, 18, 52, dan 58 terdeteksi melalui hasil PCR di aplikasi NAR per 28 November 2025. Seluruh peserta yang positif berada pada rentang usia 30–69 tahun, kelompok usia prioritas skrining.

Edukasi Kanker Serviks dan Skrining Pemeriksaan HPV DNA yang digelar Sabtu, 29 November 2025 di Puskesmas Bontang Barat.

Nur Asma menjelaskan bahwa infeksi HPV seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak perempuan tidak menyadari risiko yang dimiliki. Ia menekankan bahwa terdeteksi positif HPV tidak berarti seseorang menderita kanker, namun virus ini merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker serviks jika tidak ditangani.

Dinkes Bontang memastikan bahwa seluruh peserta dengan hasil positif akan diarahkan ke fasilitas kesehatan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan dan pengobatan sesuai indikasi medis. Deteksi dini memberikan peluang kesembuhan hingga 90 persen apabila kanker ditemukan pada stadium awal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jurnal Pijar (@jurnalpijar)

Dinkes terus memperkuat upaya pencegahan melalui pemeriksaan HPV DNA, IVA, dan SADANIS di seluruh fasilitas kesehatan, edukasi kepada masyarakat dan calon pengantin, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana deteksi dini melalui anggaran BOK 2025, serta penanganan kasus secara terpadu di RSUD Bontang.

Selain itu, program vaksinasi HPV terus digencarkan dengan capaian ribuan siswa setiap tahunnya pada jenjang kelas 5, 6, dan 9. Dinkes juga memfasilitasi pendampingan teknis kepada petugas Labkesda sebagai unit rujukan pemeriksaan sampel HPV DNA di Kota Bontang.

Melihat masih tingginya angka temuan positif dari hasil skrining, Dinkes kembali mengimbau perempuan di Kota Bontang untuk tidak menunda pemeriksaan hingga muncul gejala.

“Kanker serviks bisa dicegah. Kuncinya ada pada pemeriksaan rutin, karena HPV tidak bergejala. Jangan tunggu sakit. Deteksi dini bisa menyelamatkan,” tutupnya. (Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heri Keswanto Dilantik Jadi Ketua BPC Kompak Bontang, Ajak Warga Asal Pangkep dalam Pembangunan

20 Desember 2025 - 05:35

Pemkot Bontang Teken 3 Kerja Sama Strategis Terkait Pertanahan, Balai Permasyarakatan dan BPJS Kesehatan

17 Desember 2025 - 02:49

Jelang Natal, Harga Komoditas Pasar Alami Kenaikan di Bontang

16 Desember 2025 - 10:38

Trending di Daerah