BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah merencanakan perluasan layanan Puskesmas menjadi 24 jam sebagai upaya mengatasi lonjakan kunjungan pasien di rumah sakit serta memastikan layanan kesehatan yang lebih maksimal bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bakhtiar Mabe, mengatakan layanan Puskesmas 24 jam ini diharapkan mampu memperkuat penanganan kasus gawat darurat dan kebutuhan pelayanan ibu hamil, khususnya di wilayah padat penduduk atau daerah yang aksesnya jauh dari rumah sakit.
Menurut Bakhtiar, wacana tersebut saat ini masih berada dalam tahap perencanaan awal. Dinkes Bontang bersama tim terkait tengah menyiapkan konsep secara matang agar pelaksanaannya ke depan benar-benar efektif dan efisien.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bakhtiar Mabe. (FOTO: Mirah)
“Kalau wacana Puskesmas 24 jam kan, dari tim persiapannya memang harus membuat perencanaan yang baik. Karena ini tentu membutuhkan anggaran lebih dan SDM yang lebih, sehingga memang harus dipersiapkan sejak awal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025) lalu di halaman Kelurahan Belimbing.
Ia menegaskan, kesiapan layanan Puskesmas 24 jam tidak hanya bergantung pada Dinkes semata. Faktor penganggaran dan ketersediaan sumber daya manusia menjadi penentu utama yang harus dibahas bersama lintas sektor.
View this post on Instagram
“Penentuannya bukan hanya di Dinas Kesehatan saja. Anggaran menentukan, SDM menentukan, jadi semuanya harus kita diskusikan dan bicarakan supaya bisa terpenuhi,” jelasnya.
Bakhtiar juga memastikan bahwa jika layanan Puskesmas 24 jam direalisasikan, maka akan ada penambahan tenaga kesehatan. Bukan hanya jam kerja yang bertambah, tetapi jumlah tenaga medis juga harus ditingkatkan agar pelayanan tetap optimal.
“Pasti akan ada penambahan tenaga kesehatan. Tidak mungkin hanya menambah jam kerja, tapi tenaganya tidak ditambah,” tegasnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Bakhtiar menyebut belum bisa memastikan kapan program tersebut akan berjalan. Saat ini, Dinkes Bontang masih fokus menyiapkan kebutuhan SDM, sarana, dan prasarana secara menyeluruh.
Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman yang sudah ada, agar layanan Puskesmas 24 jam tidak sekadar dibentuk, tetapi benar-benar berjalan efektif dan efisien dalam melayani masyarakat.
“Jangan sampai asal dibentuk tapi tidak berjalan baik. Jadi semua harus dipersiapkan, mulai dari SDM, sarana prasarana, hingga sistem pelayanannya,” pungkasnya. (*/ADV)









