Menu

Mode Gelap

Daerah

Hipertensi dan Diabetes Dominasi Lima Besar Penyakit di Puskesmas Bontang Utara 1

badge-check


					Staf  Program Promosi Kesehatan Bontang Utara 1, Sukma. (Foto: Mirah) Perbesar

Staf Program Promosi Kesehatan Bontang Utara 1, Sukma. (Foto: Mirah)

Jurnalpijar, Bontang – Puskesmas Bontang Utara 1 merilis daftar lima besar penyakit yang paling banyak diderita masyarakat berdasarkan data pelayanan dan input Mandau per 11 November 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa penyakit tidak menular masih mendominasi, dengan hipertensi dan diabetes melitus (DM) sebagai temuan tertinggi. Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya pengendalian faktor risiko dan edukasi kesehatan masyarakat.

Menurut data tersebut, hipertensi esensial (primary hypertension) menjadi penyakit paling banyak ditemukan dengan 557 kasus. Jumlah ini jauh melampaui penyakit lainnya dan menunjukkan tingginya beban penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1. Kasus hipertensi tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dialami kelompok usia produktif.

“Hipertensi paling banyak pada usia dewasa dan lansia, mulai usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas. Bahkan usia subur 30-an ke atas sekarang juga banyak yang hipertensi,” ungkap Sukma, Program Promosi Kesehatan Bontang Utara 1 saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).

Pada posisi kedua, diabetes melitus tipe 2 (non-insulin-dependent diabetes mellitus) tercatat sebanyak 213 kasus. Polanya hampir sama dengan hipertensi, yakni ditemukan pada rentang usia dewasa hingga lansia. Menurut Sukma, gaya hidup menjadi pemicu utama.

“Usia 30-an sekarang banyak yang sudah mengalami kencing manis. Ini karena pola hidup, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat,” jelasnya.

Posisi ketiga ditempati infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagian atas, unspecified, dengan 209 kasus. Penyakit pernapasan ini masih menjadi salah satu keluhan terbanyak yang ditangani Puskesmas, mencakup radang tenggorokan, gangguan pernapasan, hingga masalah THT lainnya.

Lebih jauh, dirinya menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu turut berperan. Cuaca panas dan hujan bergantian membuat anak-anak maupun orang dewasa rentan terkena penyakit pernapasan.

Pada urutan keempat terdapat pemeriksaan kesehatan umum (general medical examination) dengan 202 kasus. Kunjungan ini umumnya didominasi oleh masyarakat yang melakukan pemeriksaan berkala, skrining kesehatan, maupun kebutuhan administrasi tertentu.

Sementara itu, peringkat kelima ditempati common cold (acute nasopharyngitis) dengan 105 kasus. Penyakit ini kerap dialami anak-anak maupun orang dewasa, terutama pada periode perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang tidak stabil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jurnal Pijar (@jurnalpijar)

Sukma menegaskan bahwa temuan ini memberikan gambaran kuat mengenai pola penyakit masyarakat di wilayah Bontang Utara 1. Kondisi tersebut menjadi dasar Puskesmas untuk memperkuat program promotif dan preventif, termasuk penyuluhan, deteksi dini, serta edukasi perubahan gaya hidup sehat.

“Hasil survei ke masyarakat serupa. Nomor satu tetap hipertensi, nomor dua DM, nomor tiga pernapasan, lalu sisanya maag dan penyakit lain,” terang dia.

Katanya, Puskesmas Bontang Utara 1 memastikan akan terus meningkatkan upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar kasus penyakit kronis maupun penyakit musiman dapat ditekan.

“Kami berharap masyarakat lebih sadar melakukan pemeriksaan rutin dan mulai memperbaiki gaya hidup. Pencegahan itu jauh lebih mudah daripada mengobati,” pungkasnya. (*/ADV)

Baca Lainnya

Jangan Salah Pilih Jalur, ASN Bontang Diminta Pahami Beda Ujian Dinas dan UPKP

27 Februari 2026 - 09:35

Kapolres Bontang Tegaskan Penertiban Peredaran Miras Selama Ramadan

27 Februari 2026 - 09:30

Polres Bontang Gandeng BNN Rencanakan Pemeriksaan Serentak

26 Februari 2026 - 06:39

Trending di Daerah