Menu ✖

Mode Gelap

Daerah

Lapas Bontang Tegaskan Tak Ada Kamar VIP, Penghuni Capai 1.814 Orang

badge-check


					Lapas Kelas IIA Bontang mengalami over kapasitas. (Foto: Ist) Perbesar

Lapas Kelas IIA Bontang mengalami over kapasitas. (Foto: Ist)

BONTANG — Lapas Kelas IIA Bontang memastikan tidak ada kamar VIP atau blok hunian khusus bagi warga binaan tertentu. Seluruh penghuni ditempatkan berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Kasubsi Keamanan Lapas Kelas IIA Bontang, Sarifudin, mengatakan pelayanan kepada warga binaan diberikan dengan prinsip keadilan dan tanpa diskriminasi.

“Di Lapas Kelas IIA Bontang tidak terdapat ruangan VIP atau fasilitas hunian khusus. Seluruh warga binaan menempati hunian sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” kata Sarifudin saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Sarifudin, pemenuhan hak warga binaan tetap menjadi bagian dari pelayanan Lapas. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kelayakan hunian.

Di sisi lain, persoalan yang dihadapi Lapas Bontang saat ini adalah jumlah penghuni yang jauh melampaui kapasitas.

Lapas tersebut memiliki 75 kamar hunian dengan kapasitas ideal 594 orang. Namun, jumlah warga binaan yang berada di dalamnya mencapai 1.814 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.713 merupakan pria dan 101 wanita.

Jika dibandingkan dengan kapasitas ideal, tingkat hunian mencapai sekitar 305,4 persen. Dengan demikian, terdapat kelebihan penghuni sebanyak 1.220 orang.

Tingginya jumlah penghuni membuat ruang yang tersedia harus dimanfaatkan secara bersama-sama. Pengaturannya dilakukan dengan menyesuaikan kondisi hunian yang ada.

Sarifudin mengakui situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Lapas Bontang.

“Dengan kondisi overkapasitas menjadi tantangan bagi kami. Dengan 75 ruangan hunian dan jumlah warga binaan yang jauh melebihi kapasitas, kami terus berupaya mengoptimalkan ruang yang ada dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban serta hak-hak dasar mereka,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan ruang, pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan tetap dijalankan. Sarifudin menyebut pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Pastinya Lapas terus berupaya memberikan pelayanan dan perhatian serta pembinaan secara manusiawi kepada seluruh warga binaan,” katanya.

Sarifudin menyebut persoalan kelebihan kapasitas tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mencari solusi dalam jangka panjang.

Jumlah penghuni yang mencapai lebih dari tiga kali kapasitas ideal membuat pengelolaan hunian harus dilakukan secara optimal. Pada saat yang sama, keamanan, ketertiban, serta pemenuhan hak dasar warga binaan tetap harus diperhatikan.

“Ini menjadi perhatian serius kami bersama untuk mencari solusi jangka panjang mengatasi persoalan kelebihan kapasitas ini,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Irwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Inovasi Cantik Diluncurkan di Kelurahan Kanaan, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Stunting

1 Oktober 2026 - 10:23

Polsek Bontang Utara Amankan Pria 58 Tahun Terkait Dugaan Pencabulan Anak

1 Oktober 2026 - 06:50

Lokakarya Triwulan III 2026 Puskesmas Bontang Barat, Fokus Penanganan Stunting dan TB

30 September 2026 - 00:30

Trending di Daerah