SEBAGAI bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, Badak LNG telah melaksanakan Simulasi Keadaan Darurat Mayor (Major Emergency Exercise) ke-3 selama tahun 2026.
Latihan tersebut melibatkan Pekerja dan Mitra Kerja, serta seluruh tim tanggap darurat yang meliputi Medical Emergency Control Center (MECC), Management Support Team (MST), Jakarta Emergency Control Center (JECC), Operation Emergency Team (OET), Fire Rescue & Environmental Team (FRET), Auxiliary Emergency Team (AET), RS LNG Badak, serta RSUD Taman Husada Bontang.
Dalam skenario latihan, sekitar pukul 09.30 WITA ditemukan kebocoran gas hidrokarbon pada kolom destilasi Train G. Kebocoran diketahui oleh Field Operator saat melakukan patrol rutin dan segera dilaporkan kepada atasan. Menindaklanjuti kondisi tersebut dilakukan pengamanan sistem dan mitigasi bocoran gas hidrokarbon dengan pengurangan laju feed gas train G dan mempersiapkan isolasi area tersebut, selanjutnya produksi dialihkan ke Train E dan dilakukan shutdown Train G, serta melakukan isolasi terhadap area kebocoran.
Kebocoran menghasilkan vapour cloud yang terbawa angin menuju Propane Condenser, dimana ada 3 orang mekanik sedang melakukan perbaikan grating (hot work), sehingga field operator menginstruksikan untuk menghentikan pekerjaan dan segera meninggalkan area tersebut. Namun sebelum pekerjaan dihentikan, kebocoran memburuk dan vapour cloud mencapai area hot work hingga menyebabkan kebakaran dan membuat 3 anggota kru mekanik terjebak dalam kobaran api dan terpapar radiasi panas.

Setelah menerima laporan perkembangan kondisi darurat, tim terkait segera melakukan peningkatan status tanggap darurat, mengaktifkan general emergency siren, serta membentuk tim tanggap darurat. Fire Rescue Team kemudian dikerahkan untuk melaksanakan pemadaman dan pendinginan terhadap area kejadian. Sementara itu, Rescue Team melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap para korban.
Operasi pemadaman berlangsung hingga sumber kebocoran berhasil diisolasi dan api berhasil dipadamkan tanpa terjadi eskalasi lebih lanjut. Setelah kondisi dinyatakan aman, proses penyelamatan dan evakuasi korban dilanjutkan. Tiga orang korban tersebut disimulasikan mengalami luka bakar dengan salah satu korban cedera patah tulang karena jatuh dari ketinggian sehingga dievakuasi ke RS LNG Badak dan selanjutya dirujuk ke RSUD Taman Husada Kota Bontang.
Sekitar pukul 10.35 WITA, kondisi dinyatakan aman dan sirine all clear diumumkan. Melalui Major Emergency Exercise ini, Badak LNG kembali menegaskan bahwa keselamatan bukan sekedar prosedur, melainkan budaya yang melekat pada setiap pekerja. Evaluasi dari latihan ini akan digunakan untuk terus menyempurnakan sistem proteksi dan kesiapsiagaan di masa mendatang. Manajemen Badak LNG menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pekerja, mitra kerja, tim medis, serta satuan pengamanan yang telah menunjukkan koordinasi yang solid dan respons cepat selama simulasi berlangsung. Keberhasilan latihan ini membuktikan kesiapan kolektif seluruh elemen perusahaan dalam menghadapi keadaan gawat darurat dan potensi krisis kapan saja.









