Menu ✖

Mode Gelap

Daerah

Karhutla di TPA Desa Marah Haloq Kutai Timur, 0,5 Hektare Area Sampah Terbakar

badge-check


					Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran sampah kering di tempat pembuangan sampah Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA setelah membakar area sekitar 0,5 hektare. Perbesar

Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran sampah kering di tempat pembuangan sampah Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA setelah membakar area sekitar 0,5 hektare.

TELEN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tempat pembuangan sampah di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (5/10/2026) lalu. Api membakar sekitar 0,5 hektare area yang dipenuhi sampah kering sebelum berhasil dipadamkan tim gabungan pada pukul 17.00 WITA.

Informasi kejadian tersebut disampaikan Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono. Berdasarkan laporan Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Telen, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WITA.

“Lokasi kebakaran berada di tempat pembuangan sampah Desa Marah Haloq. Material yang terbakar berupa sampah kering yang berpotensi membuat api mudah menjalar apabila tidak segera ditangani,” ujar Muriono.

Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah personel gabungan, termasuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Marah Haloq. Tim di lapangan melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area sekitar.

Dalam operasi tersebut, petugas mengandalkan satu unit mesin pompa air atau Alkon serta mobil tangki air milik PT KED. Kedua sarana tersebut digunakan untuk menunjang proses pemadaman di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan Posko Kecamatan Telen, proses penanganan berlangsung sekitar tiga jam, terhitung sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WITA. Setelah upaya pemadaman dilakukan, api berhasil dikendalikan hingga padam.

Nosel KTPA Mengalami Kerusakan

Di tengah proses pemadaman, petugas menghadapi kendala teknis berupa kerusakan nosel milik KTPA Desa Marah Haloq. Kondisi tersebut tercatat sebagai salah satu hambatan yang ditemui personel selama operasi berlangsung.

Kejadian ini juga menyoroti risiko kebakaran di lokasi penumpukan sampah kering. Material yang mudah terbakar dapat mempercepat penjalaran api apabila tidak segera ditangani.

Kesiapan personel dan ketersediaan peralatan pemadam menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, termasuk di wilayah pedesaan. Kondisi sarana yang digunakan di lapangan juga perlu diperhatikan untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi penumpukan sampah kering diimbau untuk mewaspadai sumber api dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu mencegah api meluas ke area lain.

Laporan kebakaran di Desa Marah Haloq telah diteruskan melalui Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Telen kepada Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari pemantauan kejadian kebakaran di wilayah Kaltim. (*)

Penulis: Farid
Editor: Michael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siap Hadapi Kondisi Darurat, Pelajar Bontang Dibekali Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

15 Oktober 2026 - 01:08

Satgas PKH Periksa Konsesi Seluas 34.438 Hektare di Kutim

13 Oktober 2026 - 00:03

Aksi Bergizi 2026 Libatkan Ratusan Pelajar Bontang, Tekankan Kesehatan Fisik dan Mental

8 Oktober 2026 - 09:12

Trending di Daerah