Menu

Mode Gelap

Daerah

Pemkot Bontang Rancang Kemitraan Usaha Besar, UMKM dan Koperasi Merah Putih

badge-check


					Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur. Perbesar

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur.

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan Kota Bontang telah memulai kemitraan antara usaha besar, UMKM dan Koperasi Merah Putih. Program ini lahir sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam arus investasi yang selama ini didominasi industri besar.

“Kami ingin mengubah pola lama. Selama ini investasi besar masuk, tetapi manfaatnya belum sepenuhnya menyentuh rakyat kecil. Karena itu, kami mempertemukan usaha besar dengan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung konkret antara industri besar dan UMKM lokal,” ujar Aspiannur, Rabu (29/10/2025).

Selama ini, Bontang dikenal sebagai kota industri dan energi yang menjadi rumah bagi perusahaan besar sektor migas dan petrokimia. Namun, manfaat investasi besar tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku UMKM dan koperasi di tingkat kelurahan.

Melalui terobosan ini, Koperasi Merah Putih ditempatkan sebagai simpul penggerak ekonomi di setiap kelurahan. Koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan rakyat, tetapi juga menjadi jembatan bisnis antara perusahaan besar dan pelaku usaha kecil.

“Kami ingin koperasi tidak lagi hanya menjadi nama, tapi hidup dan menghidupkan. Melalui kemitraan dengan usaha besar, koperasi bisa menjadi wadah pemberdayaan nyata bagi masyarakat,” ucap Aspiannur.

Sejak diresmikan secara serentak di 15 kelurahan, Koperasi Merah Putih kini berfungsi sebagai instrumen strategis untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang produktif, mandiri, dan berkeadilan. Skema kemitraan ini memungkinkan koperasi menjadi perpanjangan tangan perusahaan besar dalam pembinaan, pengadaan, serta distribusi produk lokal.

Selain memperluas akses pasar, UMKM yang tergabung di dalamnya juga mendapat pendampingan dan peluang menjadi bagian dari rantai pasok industri besar di Bontang. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah