Menu

Mode Gelap

Daerah

DPMPTSP Bontang Optimis Target Investasi Rp2,5 Triliun Tercapai di 2025

badge-check


					Kawasan industri Pupuk Kaltim, salahsatu industri yang telah beroperasi 50 tahun di Kota Bontang. Perbesar

Kawasan industri Pupuk Kaltim, salahsatu industri yang telah beroperasi 50 tahun di Kota Bontang.

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dalam mencapai target investasi sebesar Rp2,5 triliun pada akhir tahun 2025. Target ambisius ini mencakup penanaman modal dalam negeri maupun asing yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Optimisme tersebut didukung oleh capaian yang mengesankan hingga triwulan III 2025, di mana realisasi investasi telah mencapai Rp821 miliar atau setara dengan 44,17 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi perkembangan iklim investasi di Kota Bontang.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan bahwa berbagai proyek dan industri baru terus berdatangan ke kota ini. Kondisi ini membuktikan daya tarik kuat Bontang sebagai destinasi investasi yang menjanjikan di Provinsi Kalimantan Timur, didukung oleh iklim investasi yang semakin kondusif.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dirilis dinas setempat, sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi tulang punggung investasi di Bontang. Selain itu, sektor perdagangan dan konstruksi juga menunjukkan daya tarik signifikan bagi para investor, baik domestik maupun asing.

Ketiga sektor unggulan ini terus menarik penanaman modal besar, membuktikan bahwa Kota Bontang memiliki potensi luar biasa sebagai pusat investasi. Daya tarik ini menjadikan Bontang salah satu daerah unggulan di Kalimantan Timur dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang sangat terbuka.

DPMPTSP Bontang tidak hanya fokus pada pengembangan industri besar yang telah ada, tetapi juga aktif mendorong diversifikasi investasi ke berbagai sektor baru. Strategi ini bertujuan menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu sektor saja.

Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah industri soda ash, yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan pada Jumat (31/10). Proyek ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal dan memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Soda ash merupakan komponen vital dalam berbagai proses industri, termasuk pembuatan kaca, deterjen bubuk kering, baterai lithium-ion, hingga industri farmasi. Kehadiran industri ini menunjukkan nilai strategis yang tinggi bagi pengembangan ekonomi Bontang.

Reformasi pelayanan diwujudkan melalui optimalisasi sistem perizinan berbasis digital yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mewujudkan proses perizinan yang lebih cepat, transparan, dan efisien, sehingga secara signifikan memangkas waktu pengurusan administrasi.

Sepanjang Januari hingga 22 Oktober 2025, DPMPTSP Bontang telah menerbitkan 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB). Aspiannur berharap reformasi pelayanan ini akan semakin memperkuat iklim investasi dan menarik minat investor baru untuk menanamkan modalnya di Bontang, sehingga target Rp2,5 triliun dapat tercapai bahkan terlampaui. (Sumber: Antaranews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah