Menu

Mode Gelap

Daerah

Penderita Kanker Payudara Hingga Oktober 2025 di Bontang Capai 32 Kasus

badge-check


					Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe saat membuka Seminar Penguatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara di Balai Kelurahan Kanaan, Kamis (14/11/2025). Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe saat membuka Seminar Penguatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara di Balai Kelurahan Kanaan, Kamis (14/11/2025).

BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui program akselerasi penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara. Program ini sebagai upaya pengendalian dengan melakukan tindakan skrining dini terhadap penyakit tersebut.

Seminar Kesehatan Kanker bertopik “Kenali, Deteksi Dini Terkini, menuju Hidup Berkualitas” kemudian digelar Dinkes Bontang yang dipusatkan di Balai Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Kamis (14/11/2025).

Kepala Dinkes Bontang Bahtiar Mabe mengatakan, angka penderita kanker payudara masih menempati urutan teratas terbanyak di Kota Bontang. Menurut data per Oktober 2025, terdapat 32 kasus baru kanker payudara.

“Sementara pada urutan kedua yakni kanker serviks sebanyak 4 kasus baru,” ungkap Bahtiar.

Dalam upaya mengatasi ini, Dinkes Bontang telah meluncurkan pelayanan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) melalui pemeriksaan manual maupun dengan USG payudara dibantu tenaga medis.

Pelayanan ini biasanya dibarengi dengan pemeriksaan HPV DNA Co Testing IVA di semua fasilitas kesehatan dan rumah sakit, sosialisasi kepada masyarakat, serta pelayanan pengobatan di RSUD Bontang.

Seminar ini juga memberikan informasi tentang langkah awal yang harus dilakukan bila menemukan benjolan, pengobatan kanker payudara, dan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan HPV DNA gratis di semua Puskesmas.

“Di forum ini kami mengundang berbagai OPD agar bisa menjadi perpanjangan tangan informasi kepada masyarakat luas bagaimana cara mendeteksi dini kanker payudara maupun serviks dengan berbagai pemeriksaan yang akan dijelaskan secara rinci oleh narasumber,” jelas Bahtiar.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini mengingat penyakit kanker memiliki proses pengobatan yang sangat panjang bila pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut. Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan.

“Sasaran sosialisasi hari ini sangat komprehensif, meliputi seluruh 26 OPD, 3 Kecamatan, 15 Kelurahan, dan perwakilan DWP Kota Bontang. Di mana sebelumnya, sosialisasi serupa telah dilakukan kepada masyarakat dan organisasi masyarakat,” tutupnya. (*/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah