BONTANG – Seminar Penguatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang pada Kamis (14/11/2025), diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit kanker di tengah masyarakat.
Digelar di Balai Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, agenda ini dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah, instansi dan lembaga serta masyarakat umum.

Kepala Dinkes Bontang Bahtiar Mabe menyebutkan, program edukasi deteksi dini penyakit kanker serviks dan payudara merupakan salahsatu prioritas Pemkot Bontang. Pasalnya, angka penyakit kanker jenis ini tergolong masih tinggi sehingga perlu perhatian khusus.
“Untuk meningkatkan cakupan skrining atau deteksi dini, Dinkes Bontang telah mengupayakan cara skrining terbaru dengan HVP (Human papillomavirus) DNA,” sebutnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yakni dr. Spesialis Bedah Onkologi RSUD Taman Husada Bontang dr. Johan Gomar Gama dan dr. Eka Resty Melati Suci Lestari.
Setelah pemaparan materi seminar, sesi tanya jawab menjadi momen yang tak dilewatkan oleh peserta. Salahsatunya Lismawati. Ia menceritakan kisahnya sebagai kerabat dekat penderita kanker. Keponakan dari pihak suaminya, meninggal dunia usai menderita kanker darah (leukimia).
Disebutkan, ponakannya itu sempat menggunakan sejumlah produk perawatan kulit (skincare) dan menduga menjadi faktor penyebab kanker pada kondisi tertentu.
“Apakah penggunaan skincare juga dapat menjadi penyebab penyakit kanker seperti serviks atau payudara tersebut,” tanya Lismawati.
Johan menjelaskan, asumsi penggunaan skincare sebagai penyebab utama kanker tersebut terlalu dini. Yang harus diperhatikan ialah bahan kandungan yang terdapat di dalam suatu produk skincare.
“Tergantung kandungan pada skincare apakah berbahaya atau dinyatakan aman. Apalagi yang mengandung merkuri yang jelas berdampak bagi makhluk hidup. Kita harus cerdas memilih produk yang aman,” tegasnya.

dr. Eka Resty Melati Suci Lestari, dokter Puskesmas Bontang Barat, saat memaparkan materi seminar.
Melengkapi pemaparan, Eka Resty Melati Suci atau akrab disapa dr. Suci, menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks antara lain infeksi Human Papilloma Virus (HPV), merokok, hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.
Ia juga menjelaskan sejumlah alat bantu dan fasilitas deteksi dini yang digunakan dalam pemeriksaan/skrining penyakit kanker. Diharapkan masyarakat terdorong untuk segera memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Karena bagaimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati. Terlebih untuk keluarga dan kerabat tercinta kita,” sebutnya.
Menurut data Dinkes Bontang, terdapat 32 kasus baru penderita kanker payudara pada Oktober 2025. Di periode yang sama, penderita kanker serviks bertambah 4 kasus. (*/ADV)









