BONTANG – Upaya memperluas jangkauan deteksi dini kanker serviks di Kota Bontang kembali digencarkan melalui pelaksanaan edukasi dan skrining HPV DNA di Puskesmas Bontang Barat, Sabtu (29/11/2025). Program ini merupakan kerja bersama PT Kaltim Metanol Industri (KMI), FKKMK UGM, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang yang menyasar perempuan dari berbagai kalangan.
Sasaran peserta meliputi istri karyawan PT KMI, jejaring KKP, dan masyarakat umum, dengan total kehadiran sekitar 150 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat strategis mengingat kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua di Kota Bontang. Ia mengungkapkan bahwa capaian deteksi dini masih jauh dari target. Dari target 1.255 pemeriksaan HPV DNA, baru tercapai 183 atau 14,5 persen.
“Ini kegiatan yang diinisiasi PT KMI dengan menggandeng FKKMK UGM dan didukung Dinas Kesehatan Bontang. Kanker serviks menempati urutan kedua kasus kanker terbanyak, namun deteksi dini masih rendah. Karena itu kami sangat mendorong masyarakat aktif mengikuti skrining,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menyasar perempuan usia 30–69 tahun sebagai upaya mendeteksi secara dini risiko kanker leher rahim. Dinkes Bontang juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pelatihan tenaga kesehatan, penyediaan alat pemeriksaan, hingga vaksinasi HPV bagi anak sekolah.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut deteksi dini adalah kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks.
“Kanker serviks dapat dicegah dan diobati jika ditemukan lebih awal. Karena itu, kegiatan edukasi dan pemeriksaan seperti ini sangat penting. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih kepada KMI, UGM, dan Dinkes Bontang atas kolaborasi ini,” ujarnya.
Pun dirinya memastikan pemerintah mendukung perluasan kegiatan serupa ke wilayah Bontang Utara dan Selatan.
“Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian industri terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam pencegahan kanker serviks,” lanjutnya.
Dari pihak industri, Plant General Manager PT KMI, Hanggara Patrianta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen KMI terhadap kesehatan masyarakat melalui program CSR.
“Ini bentuk dukungan kami bagi ibu-ibu di lingkungan perusahaan dan masyarakat Bontang. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, dan kami bisa berkontribusi lebih luas lagi untuk kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberlangsungan operasional KMI sangat penting agar perusahaan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Mohon doa agar KMI dapat terus bertahan dan beroperasi, sehingga kami bisa memberikan lebih banyak kontribusi,” ujarnya.
Pelaksanaan skrining dilakukan melalui tahapan registrasi, edukasi, anamnesis, pemeriksaan, hingga pemulangan peserta. Untuk hasil laboratorium, peserta dengan hasil positif HPV akan dihubungi petugas puskesmas masing-masing untuk tindak lanjut rujukan, sedangkan peserta dengan hasil negatif tidak akan dihubungi.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Bontang berharap semakin banyak perempuan memahami pentingnya deteksi dini kanker serviks. Sinergi pemerintah, dunia industri, dan akademisi diharapkan terus berlanjut demi menciptakan masyarakat Bontang yang lebih sehat, terlindungi, dan sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. (ADV/Ra)









