BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang untuk memberikan pembinaan khusus kepada para pelajar yang menunjukkan gaya gerak tubuh gemulai di ruang publik.
Ia menilai tren tersebut semakin sering terlihat dan mendapat respons positif masyarakat, bahkan dijadikan bagian dari penampilan dalam sejumlah kegiatan resmi.
“Seperti di ajang Duta Genre kemarin, banyak peserta laki-laki tampil dengan gestur yang lembut. Kami khawatir ini bisa memicu kebingungan identitas pada remaja,” ucapnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait.
“Ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Satpol PP, psikolog, dan Kementerian Agama untuk membahas arah penanganannya,” jelasnya, Sabtu (8/11/2025).
Abdu menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar langkah yang diambil tidak keliru, mengingat isu ini berkaitan erat dengan perkembangan psikologis remaja.
“Semua lembaga tersebut memiliki peran dalam persoalan ini karena yang terlibat adalah anak-anak. Kami ingin memastikan pembinaan yang diberikan tetap tepat sasaran,” tambahnya.
Pihaknya akan membahas kembali strategi pembinaan yang dinilai paling sesuai untuk mendampingi para siswa sehingga perkembangan mereka tetap berada pada jalur positif.









