BONTANG – SMP Negeri 3 Bontang merasakan dampak nyata dari Program Makanan Bergizi (MBG), terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan wilayah pesisir.
Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 3 Bontang, Suriati, mengungkapkan bahwa program ini terbukti membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, sekaligus mendukung konsentrasi belajar siswa.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 20 siswa berasal dari daerah pesisir seperti Selangan dan Malahing, dengan latar belakang sosial ekonomi yang menantang.
“Memang 30 persen siswa kami tergolong dari keluarga kurang mampu. Banyak yang datang ke sekolah tanpa bekal atau tumbler, bahkan ada yang tidak diberikan uang jajan karena kondisi ekonomi keluarga,” ungkapnya, Senin (17/11/2025).
Suriati menambahkan, kondisi tersebut kerap membuat siswa mengalami kelaparan saat berada di sekolah.
“Di awal tahun ajaran, beberapa siswa mengaku tidak sarapan dan datang ke sekolah dengan perut kosong. Makanya bagi kami manfaat MBG sangat terasa,” katanya.
Program MBG memberikan asupan gizi penting yang sederhana namun bernilai tinggi bagi siswa. Menurut Suriati, respon anak-anak terhadap program ini sangat positif.
“Anak-anak senang dan terbantu. Makanan yang disediakan meski sederhana, tapi cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan kebutuhan antara sekolah di wilayah pesisir dengan sekolah di pusat kota. Menurutnya, dibandingkan sekolah lain, SMPN 3 sangat membutuhkan program ini.
“Kondisi ekonomi dan akses terhadap makanan membuat program MBG menjadi sangat penting bagi siswa kami,” tutupnya.









