BONTANG – Upaya meningkatkan transparansi dan ketepatan pengelolaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menggelar Evaluasi dan Pendampingan Tata Kelola Arkas BOP PAUD Tahun 2025 yang digelar di Auditorium 3 Dimensi pada Jumat (7/11/2025).
Acara tersebut melibatkan 290 peserta, terdiri dari kepala satuan PAUD serta operator atau penanggung jawab administrasi BOP dari seluruh lembaga PAUD di Bontang.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati, menuturkan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk meninjau kembali perjalanan pelaksanaan BOP sepanjang tahun 2025 sekaligus menyiapkan perbaikan komprehensif untuk tahun anggaran 2026.
“Evaluasi hari ini untuk melihat apa saja yang berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Harapannya, pengelolaan BOP di tahun depan semakin tertata dan tepat sasaran,” ujarnya.
Yuti menyampaikan bahwa salah satu kendala terbesar selama ini muncul pada penggunaan aplikasi Arkas. Untuk itu, Disdikbud menghadirkan tim teknis khusus agar peserta dapat menyelesaikan permasalahan langsung di tempat.
“Sebagian besar kendala memang terkait aplikasi. Karena itu, kami bawa tim teknis agar solusi bisa didapat secara cepat dan jelas,” jelasnya.
Selain pendampingan teknis, kegiatan ini juga menghadirkan organisasi mitra seperti IGTKI dan HIMPAUDI, yang selama ini terlibat dalam monitoring dan pembinaan BOP di berbagai satuan PAUD.
“Mitra kami menjadi penghubung penting di lapangan, memastikan pelaksanaan BOP tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga menjawab kebutuhan lembaga,” tambahnya.
Guna memperkaya wawasan peserta, sejumlah satuan PAUD dari berbagai jenjang—TK, KB, TPA, hingga SPS—ditampilkan sebagai pembawa best practice. Mereka memaparkan strategi, inovasi, dan pola kerja yang berhasil diterapkan dalam tata kelola BOP.
“Kami ingin menunjukkan bahwa satuan PAUD di Bontang punya banyak praktik hebat yang layak dicontoh. Dengan saling berbagi, kualitas secara keseluruhan bisa meningkat,” ungkap Yuti.
Diakhir disediakan sesi diskusi interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan kendala teknis, administratif, maupun pelaksanaan di lapangan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
“Jika ada persoalan yang membutuhkan penanganan khusus, kami siap melakukan coaching langsung. Prinsip kami sederhana: pengelolaan BOP PAUD di Bontang harus semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.









