BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang terus mengintensifkan upaya pencegahan kanker serviks melalui berbagai program kolaboratif. Salah satu inisiatif terbaru adalah kegiatan Edukasi Kanker Serviks yang diselenggarakan bekerjasama dengan PT Kaltim Metanol Industri (KMI) di Puskesmas Bontang Barat pada Sabtu (29/11/2025).
Selain kegiatan edukasi, Dinkes Bontang juga berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan skrining pemeriksaan HPV DNA. Program pemeriksaan ini diselenggarakan di beberapa puskesmas di Bontang, antara lain Puskesmas Barat, Puskesmas Bontang Utara 2, dan Puskesmas Bontang Selatan 1.
Koordinator Bidan Puskesmas Bontang Selatan 1, Fatimah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah berhasil menghimpun pemeriksaan sebanyak 27 orang. “Setelah pemeriksaan terus dikirim sampelnya ke Labkesda,” ungkapnya saat dikonfirmasi terpisah pada Senin (8/12/2025).
Fatimah menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan yang telah keluar baru 8 orang, sementara 19 orang lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda. Hasil pemeriksaan Labkesda menunjukkan bahwa 8 sampel tersebut dinyatakan negatif atau tidak mengalami penyakit kanker serviks dan payudara.
“Yang sisanya kami belum tahu hasilnya bagaimana,” ucapnya.

Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, Puskesmas Bontang Selatan 1 membuka layanan pemeriksaan DNA serviks dan payudara setiap hari. Masyarakat dapat langsung datang untuk melakukan pemeriksaan tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.
Fatimah memastikan ketersediaan alat pemeriksaan kanker serviks dan payudara masih mencukupi dengan 30 alat yang tersedia. Ia menjamin kontinuitas ketersediaan alat untuk pemeriksaan bagi masyarakat.
“Kalau kami di sini terbuka untuk pemeriksaan setiap harinya, jadi masyarakat bisa langsung datang saja,” imbuhnya.
View this post on Instagram
Kepala Puskesmas Bontang Selatan 1, Irmawati, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah masih banyaknya ibu-ibu yang enggan melakukan pemeriksaan kanker serviks dan payudara. Untuk mengatasi hal ini, Puskesmas Bontang Selatan 1 telah gencar melakukan edukasi kepada ibu-ibu, baik saat kegiatan di lapangan seperti pertemuan ibu-ibu PKK dan Posyandu.
“Selain itu kami juga edukasi melalui sosial media, dan sekarang sudah terlihat ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan ke puskesmas sini,” tambahnya. (ADV)









