Menu

Mode Gelap

Daerah

Catin Andini Jadi Inovasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Bontang Barat

badge-check


					Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Anak bersama guru PAUD dan TK se-Kecamatan Bontang Barat, Kamis (7/5/2026). Perbesar

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Anak bersama guru PAUD dan TK se-Kecamatan Bontang Barat, Kamis (7/5/2026).

BONTANG – Puskesmas Bontang Barat terus memperkuat upaya deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Anak bersama guru PAUD dan TK se-Kecamatan Bontang Barat, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Puskesmas Bontang Barat, dr. Muhammad Irzal Wijaya. Agenda itu menjadi bagian dari evaluasi program inovasi Catin Andini atau Catat dan Timbang Anak Usia Dini yang telah berjalan sejak 2024.

Dalam kegiatan tersebut, sasaran utama monev adalah guru-guru PAUD, TK, dan kelompok bermain yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak dari tenaga kesehatan.

dr. Irzal menjelaskan, kegiatan itu merupakan rutinitas yang dilakukan untuk memantau perkembangan kesehatan anak prasekolah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, keterlibatan guru menjadi penting karena mereka memiliki interaksi yang lebih intens dengan anak setiap hari.

“Hari ini melaksanakan monitoring dan evaluasi pemeriksaan dan pelayanan kesehatan tumbuh kembang anak di sekolah, khususnya untuk anak prasekolah, yaitu anak PAUD dan anak yang berada di lingkup pendidikan kelompok bermain ataupun TK. Kegiatan ini merupakan rutinitas yang kami lakukan dan juga menjadi inovasi Puskesmas Bontang Barat, yakni Catin Andini,” ujarnya.

Ia menerangkan, para guru dilatih melakukan deteksi awal terhadap kondisi tumbuh kembang anak, mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga pengamatan perilaku dan kemampuan dasar anak di sekolah.

Menurutnya, tenaga kesehatan tetap turun langsung setiap bulan untuk melakukan pemeriksaan dan intervensi. Namun, karena pemantauan harian tidak memungkinkan dilakukan petugas kesehatan, maka guru menjadi ujung tombak pengawasan awal di lingkungan sekolah.

“Guru lebih dekat dengan siswa dibanding tenaga kesehatan. Jadi ketika ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan, guru bisa lebih cepat mengetahui dan melaporkan,” katanya.

Kepala Puskesmas Bontang Barat, dr. Muhammad Irzal Wijaya. (Foto: Mirah)

Evaluasi program sendiri dilakukan setiap tiga bulan. Meski demikian, apabila ditemukan kendala atau laporan tertentu dari sekolah, tim Puskesmas dapat segera turun melakukan intervensi lebih cepat.

Dari hasil pemantauan selama ini, Puskesmas Bontang Barat masih menemukan sejumlah anak dengan indikasi keterlambatan tumbuh kembang. Beberapa di antaranya seperti belum mampu membedakan warna, kesulitan menyusun alat peraga, hingga keterlambatan bicara atau speech delay.

Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan, anak akan dirujuk untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, khususnya yang menangani klinik tumbuh kembang.

“Alhamdulillah, beberapa anak yang sebelumnya mendapat intervensi sudah menunjukkan perkembangan yang baik,” ungkapnya.

Selain fokus pada tumbuh kembang anak sekolah, inovasi Catin Andini kini juga diperluas menyasar balita yang berpotensi mengalami stunting. Langkah itu dilakukan agar potensi gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat dan tepat.

Dalam momentum monev tersebut, Puskesmas Bontang Barat juga memberikan reward kepada PAUD yang dinilai tepat waktu dalam menginput data aplikasi Catin Andini. Pemberian apresiasi itu diharapkan dapat mendorong sekolah lebih aktif dan konsisten melakukan pelaporan perkembangan anak. (*)

 

Penulis: Mirah Hayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Inovasi Surveilans, Puskesmas Bontang Selatan II Luncurkan Buletin “Semangka” untuk Peringatan Dini Penyakit

6 Mei 2026 - 14:26

Uji Coba Perdana Bus Listrik di Kutim, Sasaran Perdana Kaum Pelajar

5 Mei 2026 - 06:08

Warga Antusias Bantu Satgas TMMD Bontang, Optimis Pengerjaan Jembatan Masdarling Tepat Waktu

5 Mei 2026 - 05:57

Trending di Daerah