Menu

Mode Gelap

Nasional

Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Pelaksanaan Tapera

badge-check


					Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Pelaksanaan Tapera Perbesar

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua MPR Bambang Susanatyo  PP no. 21 Tahun 2024 terkait penyelenggara Tapera dihentikan lebih awal agar tidak menimbulkan lebih banyak keuntungan dan kerugian di masyarakat.

Saran saya, jangan sampai untung, tangkap dulu saat sosialisasi, lalu lakukan lagi, kata Bamsot di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/5).

Pak Bamsot menilai kebijakan ini perlu dikaji ulang karena masyarakat dihadapkan pada penurunan daya beli.

Kebanyakan orang membutuhkan uang untuk kebutuhannya.

“Jadi sekali lagi, awalnya sangat sosial, sehingga yang berkurang berarti mereka harus memenuhi kebutuhan perumahan jangka panjangnya,” ujarnya.

Kritik yang terjadi di Tanah Air pun merebak menyusul kebijakan kerja sama Tapera yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2024 tentang perubahan PP No.

Undang-undang baru menetapkan peserta pengikatan iuran Tapera kini tidak hanya pegawai pemerintah atau ASN dan TNI-Polri, serta BUMN, tetapi juga pegawai swasta dan pegawai lain penerima gaji atau upah.

Iuran yang diwajibkan mencapai tiga persen, masing-masing 2,5 persen diberikan oleh pekerja dan 0,5 persen oleh pemberi kerja. (mnf/gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kota Bontang Raih Dana Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Capai Rp 4 Miliar

5 September 2026 - 03:35

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

3 September 2026 - 12:39

Penertiban SPBU Pemicu Kemacetan di Sulsel, Pertamina Jatuhkan Sanksi Tegas

20 Agustus 2026 - 06:45

Trending di Headline