BONTANG – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bontang Selatan 2 menghadirkan inovasi bertajuk SIGAP Digital (Sistem Integrasi Analisis Penyakit dan Sanitasi Digital) guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan.
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Bontang Selatan 2, Regita Astrid Cahyani, menjelaskan inovasi tersebut bertujuan memperkuat kewaspadaan dini terhadap tren penyakit berbasis lingkungan melalui sistem surveilans yang terintegrasi.
“Inovasi SIGAP Digital kini bertransformasi menjadi lebih informatif dan menarik melalui beberapa langkah strategis,” ujar Regita, Rabu (6/5/2026).
Ia memaparkan, langkah strategis yang dilakukan antara lain penyajian data surveilans secara informatif melalui penerbitan buletin, serta optimalisasi pelayanan klinik sanitasi.
“Data surveilans disajikan melalui buletin yang dirancang secara visual agar menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan,” jelasnya.
Selain itu, SIGAP Digital juga menghadirkan sistem rujukan berbasis digital. Melalui sistem ini, pasien tidak lagi harus datang secara manual ke klinik sanitasi, melainkan dapat dirujuk secara elektronik.
Regita menambahkan, sistem ini juga dilengkapi dengan monitoring terintegrasi, sehingga data pasien dapat tercatat dan dipantau secara sistematis dan real time.
Lebih lanjut, pelayanan klinik sanitasi dalam inovasi tersebut turut didukung media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berbasis elektronik untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan lingkungan.
“KIE disajikan secara visual, baik dalam bentuk fisik maupun digital, sehingga memudahkan pasien dan masyarakat dalam mengakses informasi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan dengan mudah melalui pemindaian barcode yang telah disediakan.
Tak hanya itu, jika terdeteksi kasus penyakit berbasis lingkungan seperti diare atau scabies, tim klinik sanitasi akan melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien.
“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap sumber air, sanitasi, serta kondisi lingkungan sekitar rumah pasien,” tuturnya.
Regita berharap inovasi SIGAP Digital mampu menyediakan data yang akurat sesuai kondisi wilayah, sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan lingkungan.
“Dengan kolaborasi lintas sektor, melibatkan kader dan seluruh lapisan masyarakat, kami optimistis dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Mirah Hayati









