Menu

Mode Gelap

Daerah

Posyandu Bertransformasi, Dinkes Bontang Kejar Peningkatan Kader Posyandu ke Strata Madya hingga Utama

badge-check


					Pendampingan teknis dan asesmen sertifikasi kader Posyandu bidang kesehatan oleh Dinkes Bontang. (Foto: Bambang) Perbesar

Pendampingan teknis dan asesmen sertifikasi kader Posyandu bidang kesehatan oleh Dinkes Bontang. (Foto: Bambang)

Jurnalpijar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan teknis dan asesmen sertifikasi kader Posyandu bidang kesehatan yang berlangsung pada 1-5 September 2026 di Ruang Rapat Dinkes Bontang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kader Posyandu, terutama kader yang masih berada pada strata Purwa agar dapat meningkat ke jenjang Madya, bahkan Utama. Pendampingan juga mencakup penguatan kemampuan kader dalam memberikan layanan bagi ibu, balita, remaja, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan penguatan kapasitas kader menjadi semakin penting seiring transformasi pelayanan Posyandu. Menurutnya, peran Posyandu saat ini telah berkembang dan tidak lagi sebatas pelayanan penimbangan balita serta pencatatan pertumbuhan. Tetapi seluruh siklus kehidupan.

“ Untuk itulah kader (posyandu) harus benar-benar terampil dan tersertifikasi. Karena harus terjadi persepsi yang sama terhadap program pemerintah sehingga kader bisa menyampaikan ke masyarakat dengan baik,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu kini diarahkan untuk menjangkau masyarakat dalam seluruh tahapan kehidupan. Karena itu, kader dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas agar mampu mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Saat ini, Bontang memiliki 922 kader Posyandu bidang kesehatan. Berdasarkan data awal Agustus 2026, sebanyak 456 kader telah masuk kategori kualifikasi, 67 kader berada pada strata Purwa, 56 kader Madya, dan 136 kader telah mencapai strata Utama.

Dari capaian tersebut, persentase kader yang berada pada strata Madya dan Utama mencapai 20,82 persen. Angka itu telah melampaui target Kementerian Kesehatan yang menetapkan sasaran 20 persen kader Madya pada tahun 2026.

Meski demikian, Toetoek menilai peningkatan kapasitas kader harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, capaian tersebut masih perlu diperkuat agar semakin banyak kader memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Tidak hanya membantu pelaksanaan pelayanan dasar, tetapi kader juga berperan besar dalam menyampaikan edukasi dan mendorong masyarakat untuk selalu sehat, bugar, dan produktif.

“Bukan hanya bagaimana masyarakat sakit lalu berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi bagaimana masyarakat teredukasi dengan mencegah orang sakit. Itulah peran promosi kesehatan melalui kader,” katanya.

Sementara itu, Tim Kerja Posyandu Bidang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Nita Amardia, mengatakan pendampingan yang dilakukan di Bontang difokuskan pada proses asesmen kader, khususnya mereka yang dipersiapkan untuk naik dari strata Purwa ke Madya.

Apabila dinilai telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan, kader juga berpeluang untuk ditingkatkan hingga strata Utama. Menurut Nita, kader saat ini memegang peranan penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, Posyandu juga diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk mendapatkan edukasi serta layanan promotif dan preventif.

Ia menambahkan, asesmen yang dilakukan di Bontang juga menyasar kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kepada kelompok ibu hamil dan remaja. Setelah proses asesmen, kader tidak langsung dianggap selesai menjalani peningkatan kompetensi.

Selama kurang lebih tiga bulan, kemampuan kader akan tetap dipantau untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam pelayanan di lapangan.

“Kami memberikan waktu sekitar tiga bulan untuk memastikan kalau kader ini memang sudah Madya atau kalau nanti bisa Utama. Setiap bulan akan ada pelatihan, baik di Posyandu maupun melalui kunjungan rumah,” katanya.

Nita juga mendorong peran aktif Puskesmas dalam menindaklanjuti hasil asesmen. Puskesmas diharapkan dapat memastikan peningkatan strata kader tercatat dalam sistem serta mengawal penerapan kompetensi mereka secara berkelanjutan. (Adv)

 

Penulis: Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sistem Merit Jadi Acuan Tata Ulang Penempatan Aparatur Pemkab Kutim

5 September 2026 - 12:48

Kota Bontang Raih Dana Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Capai Rp 4 Miliar

5 September 2026 - 03:35

Kadinkes Bontang Paparkan Arah Transformasi Sistem Kesehatan

4 September 2026 - 02:37

Trending di Daerah