Menu ✖

Mode Gelap

Daerah

Cegah Stunting, Badak LNG Salurkan Pangan Diet Khusus untuk 40 Anak di Bontang Selatan

badge-check


					Foto bersama usai penyaluran PDK oleh Badak LNG di BPU Kecamatan Bontang Selatan (Foto: Bambang)
Perbesar

Foto bersama usai penyaluran PDK oleh Badak LNG di BPU Kecamatan Bontang Selatan (Foto: Bambang)

Jurnalpijar.com – Upaya pencegahan stunting di Kota Bontang mendapat dukungan dari perusahaan Badak LNG melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan berupa Pangan Diet Khusus (PDK) disalurkan kepada 40 bayi, balita, dan bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Bontang Selatan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan, Senin (2/11/2026). Penerima manfaat berasal dari wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan 1 dan Puskesmas Bontang Selatan 2.

Manager CSR & Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, menyampaikan bantuan PDK diberikan kepada 40 anak dengan pembagian masing-masing 20 baduta di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan 1 dan 2.

Program intervensi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan. Selama periode itu, perkembangan kondisi anak diharapkan terus dipantau oleh keluarga bersama tenaga kesehatan.

“Kami berharap bantuan PDK selama tiga bulan ke depan ini turut diikuti pemantauan kondisi baduta oleh keluarga, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Bontang Selatan 1 dan 2. Harapannya, pencegahan stunting bisa berjalan dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Putra menambahkan, meskipun jumlah penerima bantuan masih terbatas, program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Bontang menekan risiko stunting, khususnya di wilayah Bontang Selatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bambang Sri Mulyono, mengatakan program tersebut menyasar anak-anak dengan kondisi berat badan kurang atau underweight. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan pertumbuhan yang lebih serius.

Ia mengungkapkan, jumlah kasus stunting di Kecamatan Bontang Selatan mencapai 600 kasus dari total sekitar 1.300 kasus yang tercatat di seluruh wilayah Bontang.

“Jumlah kasus stunting di wilayah Bontang Selatan sebanyak 600 kasus dari 1.300 kasus di seluruh Bontang. Angka ini sangat tinggi. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Badak LNG yang telah berkenan memberikan CSR-nya berupa pemberian PDK selama tiga bulan,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, PDK merupakan produk pangan khusus dalam kemasan yang praktis diberikan kepada anak setiap hari. Berbeda dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memerlukan proses pengolahan, PDK lebih mudah disiapkan oleh orang tua.

Namun, pemberian produk tersebut tetap perlu diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi sehari-hari. Dengan demikian, anak tidak hanya mendapatkan tambahan nutrisi, tetapi juga terbiasa mengonsumsi beragam makanan dengan kandungan gizi seimbang.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinkes. Peran kader kesehatan, pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga dukungan perusahaan sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan intervensi. (*)

Penulis: Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres PPU Amankan Perempuan dan 17 Paket Diduga Sabu di Kecamatan Waru

2 November 2026 - 02:21

Jelang Penilaian Adipura 2026, Lurah Satimpo Maryono Gerakkan Korvei Serentak di Seluruh RT

2 November 2026 - 00:50

Dorong Pembangunan Inklusif, Pemkot Bontang Bidik Penghargaan Parahita Ekapraya 2026

23 Oktober 2026 - 14:52

Trending di Daerah