Menu

Mode Gelap

Daerah

Transformasi Digital Posyandu Dimulai, Dinkes Bontang Investasi Rp1,1 Miliar untuk Laptop

badge-check


					Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe. (Foto: Mirah/jurnalpijar.com) Perbesar

Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe. (Foto: Mirah/jurnalpijar.com)

BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang mengambil langkah progresif dalam modernisasi layanan kesehatan masyarakat melalui program transformasi digital Posyandu. Investasi sebesar Rp1,1 miliar dialokasikan untuk pengadaan 79 unit laptop yang akan mendukung digitalisasi administrasi dan pelaporan di tingkat Posyandu.

Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, menegaskan bahwa digitalisasi Posyandu bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan respons terhadap kebutuhan mendesak dalam pengelolaan data kesehatan. Sistem manual yang selama ini digunakan dinilai tidak lagi mampu menangani kompleksitas administrasi yang terus berkembang setiap tahunnya.

Dalam implementasi tahap pertama, 75 Posyandu yang memiliki aktivitas tinggi mendapat prioritas dalam distribusi perangkat. Strategi ini dipilih untuk memastikan pemanfaatan laptop secara optimal pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kunjungan masyarakat tinggi.

“Perangkat ini akan digunakan untuk input data kunjungan balita, imunisasi, status gizi, hingga laporan bulanan yang harus dikirimkan ke dinas,” jelas Bahtiar pada Kamis (13/11/2025).

Pelatihan Transformasi Pelayanan Digital bagi Petugas Puskesmas di Kota Bontang.

Laptop yang diadakan memiliki spesifikasi tinggi untuk mendukung aplikasi pencatatan kesehatan yang komprehensif. Dengan sistem digital ini, para kader Posyandu tidak lagi bergantung pada buku register fisik yang rentan mengalami kerusakan atau kehilangan. Penyimpanan data menjadi lebih aman, terstruktur, dan memudahkan proses evaluasi serta monitoring kesehatan masyarakat.

Program transformasi digital ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menghadirkan layanan publik berbasis data yang akurat dan terpercaya. Bahtiar meyakini bahwa data Posyandu yang presisi akan memberikan kontribusi signifikan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Dinkes Bontang memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap pengadaan perangkat semata. Rencana pelatihan penggunaan laptop akan segera dijadwalkan untuk memastikan para kader dapat beradaptasi dengan sistem baru yang lebih efisien dan user-friendly.

“Transformasi digital Posyandu diharapkan menjadi tonggak baru dalam peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Kota Bontang,” tutup Bahtiar. (*/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah