Menu

Mode Gelap

Daerah

Pelangi Bunda, Inovasi Unggulan Puskesmas Bontang Selatan II Tangani Stunting

badge-check


					Kelas ibu hamil di UPT Puskesmas Bontang Selatan II berkolaborasi dengan perusahaan (Foto: Bambang)
Perbesar

Kelas ibu hamil di UPT Puskesmas Bontang Selatan II berkolaborasi dengan perusahaan (Foto: Bambang)

Jurnalipijar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang melalui UPT Puskesmas Bontang Selatan II kembali memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menggelar Kelas Pendampingan bagi Ibu Hamil Berisiko Tinggi.

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Bontang Selatan 2, Jumat (1/8/2026) ini merupakan bagian dari program Akar Ranting (Aksi Bersama Kolaborasi Atasi Stunting) yang dilaksanakan bersama program CSR PT Badak LNG.

Pelaksanaan program turut dipadukan dengan inovasi Pelangi Bunda (Pendampingan Langkah Bunda Menuju Generasi Hebat) serta Gerakan Masyarakat Sehat Mandiri. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan yang menyeluruh sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.

Kepala UPT Puskesmas Bontang Selatan II, dr Livia Fitriati, menjelaskan sebanyak 20 ibu hamil dengan kategori risiko tinggi mengikuti kelas tersebut. Seluruh peserta akan menjalani empat kali pertemuan yang berfokus pada edukasi kesehatan ibu dan janin, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

“Harapannya, bayi yang dilahirkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala Dinkes Kota Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan program menyasar ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Bontang Selatan II, khususnya dua kelurahan yang berada di kawasan penyangga (buffer zone) PT Badak LNG, yakni Berebas Tengah dan Berbas Pantai.

Ia menjelaskan para peserta tidak hanya memperoleh pendampingan selama masa kehamilan, tetapi juga saat proses persalinan hingga setelah melahirkan. Selain itu, mereka akan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif serta penyusunan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sebagai bagian dari upaya mencegah stunting sejak dini. (Adv)

 

Penulis: Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

30 Kader Posyandu Jalani Workshop Gerobak Emas dalam Upaya Menekan Stunting

3 Agustus 2026 - 07:07

120 Kader Posyandu Bontang Diperkuat, Dinkes dan PKT Kolaborasi Genjot Upaya Cegah Stunting

30 Juli 2026 - 05:31

Tim Macan Polres Kutim Ringkus Pelaku Curanmor di Rantau Pulung

21 Juli 2026 - 22:08

Trending di Daerah