Menu

Mode Gelap

Daerah

30 Kader Posyandu Jalani Workshop Gerobak Emas dalam Upaya Menekan Stunting

badge-check


					 Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu untuk Program Hidup Sehat Tanpa Stunting yang digelar di Puskesmas Bontang Selatan II, Rabu-Kamis (29-30/7/2026). (Foto: Dok PBS II) Perbesar

Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu untuk Program Hidup Sehat Tanpa Stunting yang digelar di Puskesmas Bontang Selatan II, Rabu-Kamis (29-30/7/2026). (Foto: Dok PBS II)

Jurnalpijar.com – Dinas Kesehatan Bontang melalui Puskesmas Bontang Selatan II menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Kader di Posyandu dalam rangka mendukung Program Hidup Sehat Tanpa Stunting (PESUT) yang terintegrasi pada Gerakan Program Bersama demi Masyarakat Mandiri Sehat (Gerobak Emas). Kegiatan berlangsung selama dua hari pada tanggal 29-30 Juli 2026 dengan melibatkan 30 orang kader posyandu.

Workshop dipandu oleh Pandu Rio Wijaya, S.Gz. dari Dinas Kesehatan Kota Bontang. Materi disampaikan oleh beberapa pemateri, antara lain Mita Pongsisonda, S.KM. dan Indah Alfiani, S.KM. membahas Pengelolaan Posyandu dan Komunikasi Efektif. Kemudian Emilia Media, S.KM. menyampaikan materi tentang Layanan Bayi dan Balita di Posyandu.

Lalu fasilitator lain yakni Novia Citra Dewi, A.Md. Gz. membahas Peran Kader dalam Pemantauan MPASI Balita, serta Eka Anik Mujiati, A.Md. Kep. dan Yuli Nurlianti, A.Md., Keb. yang menyampaikan materi tentang Layanan Ibu Hamil dan Menyusui di Posyandu.

Kasi Gizi dan Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Chanzul Rijadi, SKM. yang menghadiri agenda tersebut menjelaskan bahwa stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga merusak perkembangan kognitif dan kecerdasan anak. Dampak jangka panjangnya mencakup penurunan produktivitas di usia dewasa dan peningkatan risiko penyakit tidak menular.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaksanakan program Transformasi Layanan Primer untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dengan fokus pada upaya promotif dan preventif.

“Posyandu diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Intervensi pencegahan stunting yang paling krusial terbukti terkonsentrasi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Kader Posyandu memegang peranan sentral dalam pencegahan stunting. Pada ibu hamil, kader memastikan kunjungan rutin dan memberikan edukasi gizi seimbang. Pada ibu menyusui, kader memberikan dukungan tentang Inisiasi Menyusu Dini dan ASI eksklusif. Pada bayi dan balita, kader melakukan pemantauan pertumbuhan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran panjang atau tinggi badan, serta mendeteksi dini penyimpangan pertumbuhan.

Workshop ini diselenggarakan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang tajam dan terfokus, sehingga mampu memberikan pelayanan berkualitas tinggi untuk mencegah stunting secara efektif. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelangi Bunda, Inovasi Unggulan Puskesmas Bontang Selatan II Tangani Stunting

2 Agustus 2026 - 06:51

120 Kader Posyandu Bontang Diperkuat, Dinkes dan PKT Kolaborasi Genjot Upaya Cegah Stunting

30 Juli 2026 - 05:31

Tim Macan Polres Kutim Ringkus Pelaku Curanmor di Rantau Pulung

21 Juli 2026 - 22:08

Trending di Daerah