Jurnalpijar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyerahkan penghargaan TJSLP Award 2025 kepada puluhan perusahaan, lembaga keuangan, dan organisasi di Kota Bontang atas kontribusi aktif mereka dalam mendukung pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Kota Makassar, Kamis (20/8/2026).
Apresiasi tersebut diberikan atas program yang terbagi dalam berbagai bidang strategis, meliputi Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Koperasi & UMKM, Ketahanan Pangan, Pemuda dan Pariwisata hingga Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Penyerahan penghargaan dilakukan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.
Di bidang pendidikan dan kebudayaan, sebanyak 19 perusahaan dan lembaga—di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Badak LNG, PT Indominco Mandiri, PT Pamapersada Nusantara, PT Kaltim Methanol Industri (KMI), PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), PT Kaltim Parna Industri (KPI), BAZNAS, hingga Tanoto Foundation—menerima penghargaan atas dukungan sarana, prasarana, serta bantuan pendidikan dan pelestarian budaya.
Sementara di sektor kesehatan, fokus kolaborasi TJSLP disalurkan untuk percepatan penanganan stunting melalui Program Operasi Timbang, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penyediaan sarana posyandu, hingga Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi kader posyandu. Kolaborasi program TJSL yang melibatkan sejumlah perusahaan seperti PT Black Bear, Telkomsel dan Bankkaltimtara menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat fasilitas puskesmas dan kesehatan masyarakat di Bontang.
Pada sektor Ketahanan Pangan dan Ekonomi, kerja sama lintas lembaga dan korporasi seperti Bank Indonesia (BI), PT Kaltim Industrial Estate (KIE), PT Kaltim Nusa Etika (KNE), PT KMI, Badak LNG, Indominco dan Perum Bulog meraih apresiasi atas penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM), Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan Rumah Tangga (Gembira Pak RT), pembinaan UMKM lokal serta dukungan fasilitasi ekspor.
Dalam mendukung perlindungan lingkungan hidup, lebih dari 15 perusahaan serta instansi kesehatan, termasuk PT Energi Unggul Persada (EUP), PT Graha Power Kaltim (GPK), PT Kaltim Ammonium Nitrat (KAN), RS Islam Bontang, dan RS Pupuk Kaltim mendapat penghargaan atas komitmen dalam perlindungan ekosistem dan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan industri maupun permukiman.
“Di tengah tekanan fiskal APBD saat ini, saya meminta seluruh perangkat daerah untuk berkolaborasi dengan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Kita tingkatkan efektivitas dana CSR agar sejalan dengan prioritas pembangunan kota,” ujar Neni.
Pada sektor penyediaan jaminan kesehatan, Neni mengatakan saat ini terdapat penyesuaian di mana masyarakat pada kelompok Desil 6 hingga 10 tidak lagi ditanggung oleh pemerintah pusat dan dialihkan ke daerah. Pemkot Bontang akan segera bersurat resmi ke perusahaan-perusahaan untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan.
“Khususnya penanganan tunggakan BPJS Mandiri bagi warga kurang mampu yang memengaruhi tingkat kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) kita,” sebutnya.
Neni mendesak komitmen perusahaan, khususnya korporasi besar berskala internasional yang beroperasi di Kota Bontang untuk ikut aktif mengentaskan masalah perkotaan kendati wilayah yang tergolong kecil baik secara luas wilayah maupun jumlah populasi penduduknya ini.
“Berulang-ulang saya sampaikan, Bontang kotanya kecil, dengan penduduknya sedikit. Sementara perusahaannya banyak, apalagi (skala) internasiolah lah. Masa kita tidak bisa menyelesaikan masalah khususnya soal kesehatan di Kota Bontang,” tantang Neni.
Ia menyebutkan, program TJSL perusahaan diharapkan terus bersinergi dengan visi Kota Bontang sebagai “Kota Jasa dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan”, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, tata kelola pemerintahan, serta kesiapan Bontang sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). (*)
Penulis: Qadlie Fachruddin S.









