Menu

Mode Gelap

Nasional

Permadi, Politikus Senior yang Pernah Gabung di PDIP dan Gerindra

badge-check


					Permadi, Politikus Senior yang Pernah Gabung di PDIP dan Gerindra Perbesar

Jakarta, CNN Indonesia —

Politisi senior Parmadi Satrio Vivoho atau Parmadi SH meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pangdegan Barat, Pankoran, Jakarta Selatan pada Rabu (12/7) pukul 07.00 WIB.

Almarhum dimakamkan di San Diego Hills, Karwang, Jawa Barat.

Parmadi merupakan politikus senior yang pernah menjadi anggota DPR dari PDIP periode 2004-2009. Namun, ia memutuskan keluar dari band biru.

Parmadi memutuskan bergabung dengan Partai Garindra pada tahun 2009 karena kedekatannya dengan Prabowo Subianto. Ia menjadi anggota Dewan Kehormatan.

Selain itu, Parmadi juga pernah menjadi anggota Dewan Pembina Garindra. Ia masih sempat menghadiri rapat Gerindra beberapa bulan lalu.

Wakil Presiden Garindra Habiburokhman mengungkapkan duka atas meninggalnya Parmadi.

Diakuinya, mereka sangat dekat dengan Parmadi karena memiliki kesamaan karakteristik sebagai aktivis.

“Pak Parmadi adalah panutan kami karena tekadnya untuk terus memperjuangkan kaum tertindas. Hingga beberapa bulan lalu, beliau masih menghadiri rapat dewan pengawas,” kata Habib.

Tak hanya politikus, Parmadi merupakan salah satu pendiri Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada tahun 1973. Ia tercatat sebagai Ketua YLKI 1979-1982.

Nama Parmadi muncul pada 2019 saat berupaya menggulingkan Presiden Jokowi. Pernyataan itu disampaikan jelang pelantikan Jokowi untuk masa jabatan kedua pada 20 Oktober mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Permadi usai pertemuan tertutup dengan mantan Panglima Pasukan Khusus (Dengen Kopassus) Mayjen TNI (lengkap) Sunarko dan Sekjen FUI Muhammad Al Khathath di kediaman Permadi di Penkoran, Jakarta Selatan, Sabtu. 28 September 2019.

“Tujuannya sebelum pelantikan adalah [mencopot Jokowi], sebelum [presiden] dilantik,” kata Parmadi.

Parmadi mengaku saat ini sedang berkoordinasi dengan purnawirawan jenderal TNI lainnya dan seluruh kesatuan 212.

Namun, Gerindra saat itu belum menginginkan tim tersebut. Menurut Gerindra, ucapan Parmadi tidak mewakili kelompoknya.

(pop/keributan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terjaring OTT KPK, Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba Bersama 2 Pejabat Dinas PUPR

4 November 2025 - 07:00

Pupuk Kaltim Mulai Bangun Pabrik Soda Ash Rp5 Triliun, Target Operasi Maret 2028

1 November 2025 - 09:42

Kaltim Memimpin Adopsi Pembayaran Digital di Kalimantan dengan 55% Total Transaksi

1 November 2025 - 02:19

Trending di Ekonomi