Jakarta, CNN Indonesia —
Polres Metro Jakarta Timur tengah mencari keberadaan siswi SMAN 61 Jakarta Sayida Nailturahman (SN) yang dilaporkan hilang di kawasan Pondok Kelapa pada Selasa (4/6) “Tindakan yang kami lakukan adalah melakukan penyelidikan atau SN- telepon seluler yang dibawanya ditemukan,” kata Kapolres Jakarta Timur Nicholas Ari Lilipali di Mapolres Jakarta Timur, Jumat. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan mereka. luka dengan huruf SN. Namun, lokasi SN terdampak ini belum ditemukan, ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat melaporkan keberadaan anak tersebut ke polisi. “Mudah-mudahan keberadaan anak tersebut segera ditemukan,” ujarnya.
Menurut dia, pihak keluarga melaporkan hilangnya SN ke Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) pada Rabu (5/6).
Pada saat kejadian, S.N. Nicholas mengatakan, dirinya meninggalkan rumah untuk berangkat ke sekolah pada Selasa pagi (4/6).
Namun gadis yang terdampak tidak pulang pada sore harinya, dan akhirnya orang tuanya tidak menemukannya.
Keluarga korban menghubungi teleponnya namun tidak aktif. “Akhirnya orangtua lapor ke Polres Metro Jakarta Timur,” katanya, tidak tersedia CCTV bagi pelaku, “sehingga kami berharap dapat memberikan informasi keberadaannya SN.”
Humas Polda Metro Jaya Combes mengatakan Paul Ade Ari Syam Indradi Sayida keluar rumah pada Selasa (4/6) sekitar pukul 05.45 WIB. Ia berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum JakLingko 42 di jalan Pondok Kelapa-Kampung Melayu.
Ade mengatakan, setelah menunggu 1 x 24 jam, Sayida tak kunjung pulang. Pihak keluarga diberitahu pada Rabu (5/6).
“Umurnya 16 tahun, meninggalkan keluarganya terakhir kali bersekolah dengan angkutan umum, memakai seragam SMA batik, topi, ikut FI 61. Ada sepatu hitamnya, selendang putih, seragam SMA. . ., kaca hitam,” ujarnya.
Dia mengatakan polisi sedang menyelidikinya. Ade meminta mereka yang mengetahui keberadaan Sayida untuk maju ke depan.
“Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur sedang bekerja. Tolong beri saya waktu. Saya sudah memperingatkan teman-teman di Jatanras dan Resmob Polda untuk mempercepat prosesnya. Bagi yang melihat dan mengetahui apa yang terjadi, tolong beri tahu saya, ” dia berkata. Ade. (Antara/yo)












