Menu

Mode Gelap

Daerah

Inovasi Mata Hati Puskesmas Bontang Barat Permudah Orang Tua Pantau Status Gizi Balita

badge-check


					Pelayanan Balitan di Posyandu Taman Hati RT 29, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat (Bambang/Jurnapijar)
Perbesar

Pelayanan Balitan di Posyandu Taman Hati RT 29, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat (Bambang/Jurnapijar)

Jurnalpijar.com – Memantau tumbuh kembang anak kini semakin mudah bagi orang tua dan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bontang Barat. Hal ini berkat inovasi Mata Hati atau Informasi Seputar Hasil Status Gizi yang menyediakan informasi perkembangan gizi balita secara digital.

Melalui layanan tersebut, orang tua tidak perlu datang langsung ke puskesmas hanya untuk mengetahui perkembangan status gizi anak. Informasi dapat diakses melalui telepon pintar dengan memindai barcode yang tersedia untuk kemudian masuk ke tautan pemeriksaan status gizi.

Hikmatus Solihah, anggota Posyandu Taman Hati RT 29, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, menilai layanan digital tersebut memberikan kemudahan bagi orang tua dalam memantau kondisi anak.

Menurut perempuan yang akrab disapa Leha itu, berbagai informasi mengenai pertumbuhan balita dapat dilihat dengan praktis. Data yang tersedia antara lain perkembangan tinggi badan, berat badan, hingga status gizi anak selama tujuh bulan terakhir.

“Informasinya sangat membantu karena orang tua bisa melihat perkembangan anak hanya melalui HP,” ujarnya.

Data pertumbuhan tersebut juga disajikan dalam bentuk grafik sehingga lebih mudah dipahami. Orang tua maupun kader dapat melihat perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu tanpa harus mengolah data secara manual.

Tak hanya dapat diakses secara digital, informasi tersebut juga bisa dicetak dalam format PDF. Proses masuk ke layanan pun relatif sederhana karena pengguna cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak.

Puskesmas Bontang Barat juga menyediakan hotline yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan petugas gizi atau nutrisionis apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi gizi anak.

Leha mengapresiasi kehadiran inovasi tersebut karena dinilai mampu mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih karena inovasi ini sangat membantu,” katanya.

Dengan kemudahan akses informasi tersebut, Mata Hati diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemantauan, tetapi juga mendorong orang tua lebih cepat mengambil langkah apabila ditemukan masalah dalam pertumbuhan maupun status gizi anak.

Keterbukaan informasi status gizi sejak dini diharapkan turut mendukung upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi balita, sekaligus membantu menekan angka stunting di Kota Bontang. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis Meluas di Bontang

8 Agustus 2026 - 12:05

Pemkot Bontang Bentuk Tim Gugus Tugas Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian

6 Agustus 2026 - 11:57

Kasus HIV dan TBC Masih Tinggi, Dinkes Bontang Intensifkan Sosialisasi ke Kader PKK dan GISKA

4 Agustus 2026 - 02:51

Trending di Daerah