Menu

Mode Gelap

Daerah

Pemprov Kaltim Beri Insentif Rp25 Juta per Bulan untuk Dokter Spesialis Siaga 24 Jam di RSUD AWS

badge-check


					Pemprov Kaltim Beri Insentif Rp25 Juta per Bulan untuk Dokter Spesialis Siaga 24 Jam di RSUD AWS Perbesar

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan memberikan insentif sebesar Rp25 juta per bulan kepada setiap dokter spesialis yang berpartisipasi dalam program pelayanan siaga 24 jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Program ini merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Kaltim.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan di Samarinda, Kamis, bahwa dokter spesialis dalam program ini bersiaga 24 jam secara bergilir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. “Jadi mereka ini bersiaga 24 jam secara bergilir di RSUD di Instalasi Gawat Darurat,” ungkapnya.

Pemberian insentif tersebut merupakan kompensasi dan bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan rumah sakit rujukan utama memiliki dokter spesialis yang melayani penuh, tidak hanya terbatas pada jam kerja poliklinik. Selama ini, pelayanan 24 jam di IGD seringkali didominasi oleh dokter umum, sementara kebutuhan penanganan dokter spesialis di luar jam kerja sering terjadi dan bersifat vital.

Sebelumnya, dokter spesialis untuk kasus-kasus kritis hanya datang ke rumah sakit saat ada panggilan darurat. Kondisi ini dinilai kurang optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat bagi pasien yang membutuhkan penanganan spesialis segera.

Program pelayanan spesialis 24 jam ini telah dimulai sejak awal Oktober 2025. Namun, Jaya mengakui bahwa pendaftar yang bersedia siaga penuh waktu masih terbatas pada spesialisasi tertentu. “Cuma yang daftar itu baru dokter bedah dan dokter anak,” jelasnya.

Untuk spesialisasi yang pendaftarnya belum ada, status pelayanannya masih tetap on call sesuai kebutuhan pasien mendesak. Program ini memprioritaskan empat spesialisasi dasar yang wajib siaga di RSUD AWS, yaitu spesialis anak, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan spesialis kebidanan (obgyn).

“Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran total sebesar Rp16,8 miliar untuk kompensasi dokter spesialis siaga ini,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Dinkes, KMI, dan UGM Dorong Pemeriksaan HPV DNA untuk Tekan Kasus Kanker Serviks di Bontang

29 November 2025 - 09:38

Hujan Lebat Guyur Samarinda, 25 Titik Jalan dan Pemukiman Terendam Banjir

29 November 2025 - 07:57

Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan Bontang Capai 93 Persen

28 November 2025 - 12:13

Trending di Daerah