BONTANG – Keterbatasan ruang belajar di SMP Negeri 1 Bontang selama ini memaksa sekolah menjalankan sistem dua sif. Namun, harapan untuk kembali ke jadwal belajar normal kini terbuka lebar setelah proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) kembali dilanjutkan tahun ini.
Kepala SMPN 1 Bontang Riyanto mengatakan, pembangunan gedung baru tersebut sangat dinantikan oleh siswa dan guru. “Kami sudah lama menunggu kelanjutan proyek ini. Kalau selesai, semua siswa bisa belajar dalam waktu yang sama dengan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Proyek yang sempat tertunda selama satu tahun itu kini menunjukkan progres positif. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Nurhadi, pembangunan senilai Rp3,5 miliar itu telah mencapai sekitar 73 persen, dan kini masuk tahap finishing.
“Pengerjaan difokuskan pada penyelesaian akhir, termasuk pemasangan paving block dan drainase. Kami berharap bisa rampung sebelum Desember 2025,” jelasnya.
Bangunan berlantai tiga tersebut akan menampung 12 rombongan belajar (rombel), sekaligus menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan ruang di sekolah unggulan tersebut.
“Ini proyek prioritas yang kami kawal agar benar-benar selesai sesuai harapan, karena memang bangunan ini sudah kita tunggu-tunggu keberadannya,” tegas Nurhadi.
Dengan hadirnya gedung baru ini, SMPN 1 Bontang berharap seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih efisien dan nyaman tanpa perlu pembagian sif. (*/ADV)









