BONTANG – Pemerintah Republik Indonesia baru saja mengumumkan penerapan Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat sebagai langkah penghematam Bahan Bakar Minyak (BBM)
Berbeda dengan Pemerintah Pusat, Pemkot Bontang justru tengah menyiapkan skema WFH bagi ASN pada hari Rabu.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan penyesuaian hari itu dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas kerja serta menjaga kegiatan rutin yang telah berjalan.
“Kalau Jumat diterapkan WFH, kegiatan seperti Jumat Bersih bisa terganggu. Jadi kami rencanakan di hari Rabu, tetapi ini masih menunggu keputusan wali kota,” ujarnya, Kamis (2/4/2026)
Kebijakan WFH tidak sekadar memindahkan lokasi kerja, tetapi menjadi bagian dari strategi efisiensi. Pengurangan mobilitas ASN diharapkan berdampak langsung pada penurunan penggunaan BBM.
Pemkot Bontang juga diwajibkan melaporkan implementasi kebijakan ini kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk kontribusi daerah dalam program penghematan nasional.
“Dengan WFH, penggunaan BBM bisa ditekan. Ini bagian dari efisiensi yang harus kita tunjukkan,” jelas Agus Haris.
Meski demikian, tidak semua ASN akan menjalankan skema ini. Pegawai dengan jabatan struktural, seperti sekretaris daerah, kepala dinas, hingga lurah, diperkirakan tetap bekerja dari kantor untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan.
“WFH kami arahkan kepada pegawai non-struktural yang pekerjaannya memungkinkan dilakukan secara daring” katanya.
Di sisi lain, Pemkot memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal. Unit layanan seperti puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Satpol PP serta kantor kecamatan dan kelurahan tetap beroperasi seperti biasa.
Dengen WFH pada hari Rabu, Pemkot Bontang berharap penghematan energi bisa tetap dilakukan tanpa mengganggu kerja pelayanan masyarakat. (*)
Penulis : Mirah Hayati









