Menu

Mode Gelap

Daerah

Kader Posyandu di Telihan Jalani Pelatihan Pembuatan Ramuan Tradisional dari Tanaman Obat

badge-check


					Suasana pelatihan membuat ramuan tradisional dari olahan tanaman obat keluarga oleh Puskesmas Bontang Barat kepada kader posyandu Kelurahan Telihan (Bambang/Jurnalpijar)
Perbesar

Suasana pelatihan membuat ramuan tradisional dari olahan tanaman obat keluarga oleh Puskesmas Bontang Barat kepada kader posyandu Kelurahan Telihan (Bambang/Jurnalpijar)

BONTANG – Upaya meningkatkan kapasitas kader kesehatan terus dilakukan Puskesmas Bontang Barat. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan dan edukasi pembuatan ramuan tradisional berbahan tanaman obat keluarga (Toga) yang diberikan kepada kader posyandu di Kelurahan Telihan, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Telihan itu bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelayanan kesehatan tradisional berbasis asuhan mandiri. Penanggung Jawab Pelayanan Kesehatan Tradisional Puskesmas Bontang Barat, Fitriani, menjelaskan pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadikan kader sebagai perpanjangan tangan puskesmas dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada warga, khususnya masyarakat yang datang ke posyandu. “Jadi nanti tidak hanya puskesmas yang menyampaikan, namun kader juga bisa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari inovasi Puskesmas Bontang Barat yang diberi nama Pekarangan atau Pelayanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi. Program ini dijalankan melalui pelayanan di dalam maupun luar gedung puskesmas.

Untuk layanan di dalam gedung, masyarakat dapat mengakses sejumlah pelayanan seperti akupresur, akupuntur, pojok jamu, hypnoterapi ibu hamil, hingga edukasi ramuan herbal. Sementara pelayanan luar gedung difokuskan pada pembinaan asuhan mandiri serta sosialisasi kesehatan kepada kelompok masyarakat, sekolah, dan instansi pemerintahan.

Fitriani menambahkan, saat ini pihaknya telah membentuk dua kelompok asuhan mandiri yang berada di Kelurahan Telihan dan Kanaan. Sementara pembentukan kelompok serupa di Kelurahan Belimbing tengah dipersiapkan.

Selain meningkatkan wawasan kesehatan, pelatihan tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi para kader. Mereka didorong mampu mengembangkan produk ramuan herbal secara mandiri yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan. (*/Adv)

 

Penulis: Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Bontang Capai Target PAD Pariwisata 168 Persen di Awal Tahun 2026

18 Juli 2026 - 09:03

Kolaborasi Dinkes dan PT KPI Perkuat Kesehatan Mental Pelajar di SMKN 2 Bontang

16 Juli 2026 - 12:24

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Sita Rp699 Miliar dari Kasus Korupsi Pertambangan

8 Juli 2026 - 11:31

Trending di Daerah