BONTANG – Masa pengambilan formulir bakal calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bontang periode 2026–2029 resmi ditutup pada 24 Juni 2026. Sebanyak enam kader telah mengambil formulir pendaftaraan. Seolah mensinyalkan tingginya antusiasme dan dinamika organisasi menjelang pemilihan nahkoda baru HIPMI Bontang.
Keenam nama tersebut yakni Ahmad Nugraha, Sartiana Taddu, Yusril Isa Mahendra, Adipt Maraja, Imam Ahmad Riskan, dan Tri Ismawaty.
Untuk nama terakhir, Tri Ismawaty, cukup menarik perhatian publik. Perempuan kelahiran Bontang tahun 1991 silam ini merupakan pengusaha muda yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia usaha. Mulai dari bisnis ekspor sarang burung walet yang dirintis sejak 2005, hingga usaha pencucian kendaraan.
Lulusan magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti tahun 2015 ini juga punya pengalaman politik pasca mengikuti pemilu legislatif Kota Bontang tahun 2024. Meski saat itu ia belum terpilih, namun ia sempat dilantik menjadi anggota parlemen pasca melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Berbekal pengalaman tersebut, Tri berharap dapat berkontribusi bagi pengembangan HIPMI Bontang. Ia secara khusus berfokus pada peningkatan para pelaku usaha muda yang berkualitas serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Saya ingin HIPMI bisa bersinergi dengan baik bersama pemerintah dan benar-benar menjadi wadah bagi para pengusaha muda untuk berkembang,” ungkap Tri.
Ketua Steering Committee Muscab IX HIPMI Bontang, Sudirman Saddu, menilai tingginya minat kader menjadi sinyal positif bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi pengusaha muda tersebut.
“Siapa saja bisa menjadi Ketua HIPMI, tetapi harus mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan. Melalui proses ini, kita berharap lahir pemimpin yang visioner dan mampu membesarkan organisasi ke depan,” katanya.
Selanjutnya, para bakal calon akan mengikuti tahapan pengembalian formulir dan proses verifikasi sebelum ditetapkan sebagai calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bontang pada Muscab IX mendatang. (*)









