Menu

Mode Gelap

Daerah

Puskesmas Bontang Barat Hadirkan Inovasi “Mata Hati”, Orang Tua Bisa Cek Status Gizi Anak Lewat NIK

badge-check


					Tampilan aplikasi Mata Hati (Informasi Seputar Hasil Status Gizi), yang dibuat Puskesmas Bontang Barat. (Foto: Mirah) Perbesar

Tampilan aplikasi Mata Hati (Informasi Seputar Hasil Status Gizi), yang dibuat Puskesmas Bontang Barat. (Foto: Mirah)

BONTANG – Puskesmas Bontang Barat terus berinovasi dalam upaya percepatan penanganan dan pemantauan status gizi anak. Melalui inovasi bernama Mata Hati (Informasi Seputar Hasil Status Gizi), masyarakat kini dapat mengetahui kondisi gizi anak hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Inovasi yang digagas Ahli Gizi Puskesmas Bontang Barat, Wilman Pasaribu, itu menjadi yang pertama di Kota Bontang. Sistem tersebut memungkinkan data hasil penimbangan balita di posyandu tersaji secara cepat, akurat, dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Wilman menjelaskan, Mata Hati pertama kali dikembangkan pada 2022 sebagai sarana penyampaian data status gizi secara absolut kepada kelurahan dan kecamatan. Melalui sistem tersebut, pemerintah wilayah dapat mengetahui perkembangan data gizi masyarakat secara lebih cepat setelah dilakukan penginputan oleh petugas puskesmas.

“Bontang Barat yang pertama memiliki inovasi ini, dan saya yang menggagasnya. Awalnya untuk menyampaikan data secara absolut kepada kelurahan dan kecamatan agar mereka langsung mengetahui progres status gizi masyarakat,” ujarnya usai kegiatan pertemuan kader dan tim Posyandu dalam rangka persiapan pelaksanaan Operasi Timbang Serentak serta publikasi informasi hasil status gizi balita melalui aplikasi Mata Hati, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Senin (8/6/2026).

Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik, inovasi tersebut kembali dikembangkan pada 2025 dengan menghadirkan akses langsung bagi masyarakat. Orang tua kini dapat melihat hasil status gizi anaknya secara mandiri melalui aplikasi berbasis NIK.

Menurut Wilman, selama ini sebagian besar orang tua hanya mengetahui hasil berat badan anak berdasarkan usia saat datang ke posyandu. Namun melalui Mata Hati, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai status gizi anak, termasuk rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan.

“Kalau sebelumnya hanya mengetahui berat badan menurut usia, sekarang masyarakat bisa langsung melihat status gizinya. Bahkan ada keterangan dan saran yang harus dilakukan sesuai kondisi anak,” katanya.

Ahli Gizi Puskesmas Bontang Barat, Wilman Pasaribu. (Foto: Mirah)

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah tersedianya rekam jejak atau track record hasil pemantauan gizi anak selama satu tahun. Dengan demikian, orang tua dapat memantau perkembangan kondisi gizi anak secara berkala tanpa harus menunggu laporan manual dari petugas kesehatan.

Setelah data hasil penimbangan di posyandu diolah oleh tim Puskesmas Bontang Barat, informasi tersebut akan diunggah ke sistem Mata Hati dan dapat diakses masyarakat pada hari yang sama. Hal ini membuat proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

“Ketika data sudah kami olah di puskesmas, sore harinya masyarakat sudah bisa melihat hasilnya. Ini yang belum dimiliki tempat lain, hanya ada di Bontang Barat,” jelasnya.

Tidak hanya menyajikan informasi, aplikasi Mata Hati juga berfungsi sebagai sistem deteksi dini masalah gizi pada anak. Jika ditemukan indikasi gangguan gizi, sistem secara otomatis akan memberikan rekomendasi agar orang tua segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas.

Dengan adanya fitur tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Langkah penanganan pun dapat dilakukan lebih cepat sebelum masalah gizi berkembang menjadi lebih serius.

“Inovasi ini membuat orang tua langsung tahu kondisi anaknya. Kalau ada masalah gizi, sistem akan memberikan rekomendasi untuk konsultasi ke puskesmas sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Bontang Gandeng BPS Tingkatkan Validitas Data Sektoral

11 Juni 2026 - 10:31

Munas HIPMI, Ade Jona Terpilih Jadi Ketua Umum Periode 2026-2029

11 Juni 2026 - 10:17

Pemerintah Naikkan Harga BBM, Pertamax di Kaltim Naik Jadi Rp16.650

10 Juni 2026 - 10:14

Trending di Daerah