Yogyakarta, CNN Indonesia —
Polda DIY masih mendalami kejadian di klinik kecantikan Ngupasan, Gondomanan yang disebut-sebut bikin heboh di kawasan Babarisari, Depok, Sleiman.
Kasat Reskrim Polda DIY AKP Probo Satrio mengatakan, korban kekerasan hanya akan diukur oleh polisi selama 2-3 hari.
Saat diwawancarai Kamis (20/6), Probo mengatakan, “Kalau begitu, kita akan tahu apa yang menjadi permasalahan korban, kalau saksinya baru tahu kapan kejadiannya, tapi kalau belum diketahui penyebabnya.”
Dari informasi yang dihimpun, korban dan tersangka sudah teridentifikasi. Keduanya berasal dari tempat yang sama di luar Pulau Jawa.
“Iya kalau tahu, saling tahu, tidak ada yang tidak tahu,” imbuhnya.
Dulu sempat terjadi keributan di depan klinik kecantikan, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Menurut polisi, satu orang terluka parah dalam kecelakaan itu.
“Kemudian ada orang yang luka berat dilarikan ke rumah sakit, lalu saudaranya memberitahu kami,” kata Kanit Reskrim Yogyakarta AKP Probo saat dihubungi, Rabu (19/6).
Setelah itu, muncul narasi yang melibatkan kelompok masyarakat di kawasan Babarisaari dan Kledokan sehingga membuat kedua kawasan tersebut memanas. Akun-akun di media sosial mendesak masyarakat untuk menghindari daerah tersebut untuk saat ini.
Namun kasus ini dibantah oleh polisi. AKP Risky Adrian Babarisari dan Kledokan membenarkan tidak ada masalah keamanan. Ia mengatakan, wilayah tersebut tidak terkena dampak konflik di Kota Yogyakarta dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.
“Tidak (tidak berpengaruh) gan, aman,” ujarnya saat ditemui, Rabu (19/6) pagi.
Daerah Babarsari, Cathurtunggal, Sleeman, DIY selalu menjadi pusat konflik antar kelompok. Orang-orang pun ramai menggunakan nama Kota Gotham untuk tempat ini.
Nama Kota Gotham diberikan kepada Babarsari karena merupakan salah satu tempat yang sering terjadi kasus kejahatan Sleeman. (Kum/Gil)












